Syabda Perkasa Belawa menjadi satu-satunya atlet PB Djarum di tunggal taruna putra yang berhasil masuk ke babak perempat final Djarum Sirkuit Nasional ( Sirnas) Jawa Timur 2017. Tiket perempat final diraih Syabda, usai mengalahkan Deri Yulianto asal Fifa BC pada laga tiga bertempat di GOR Sudirman, Surabaya, Rabu (8/11).
Pramudya Kusumawardana/Indah Cahya Sari Jamil sungguh luar biasa. Bertanding di laga kedua, pasangan campuran taruna yang baru dibentuk satu minggu ini berhasil merebut kemenangan dari pasangan unggulan teratas asal Exist Jakarta Timoti Wuisan/Beverly Gabriella bertempat di GOR Sudirman, Surabaya, Rabu (8/11) tadi.
Pasangan campuran taruna diunggulan posisi tujuh asal PB Djarum Dwiki Rafian Resti/Aldira Rizki Putri masih terlalu tangguh bagi pasangan asal Victory Bogor Ghiyats Afif Waliyuddin/Alma Andrawina Azura. Terbukti di laga kedua, Rabu (8/11) tadi, Dwiki/Aldira menang dua game langsung.
Pemain tunggal putra Indonesia Ihsan Maulana Mustofa akan menantang pemain unggulan pada kejuaraan bulutangkis Macau Open Grand Prix Gold 2017 di babak ketiga. Zhao Junpeng, pemain asal Tiongkok yang merupakan unggulan ke delapan akan di temui Ihsan dalam usaha meloloskan diri ke babak perempat final. Ihsan pernah kalah dari pemain Tiongkok berperingkat 42 dunia ini. Kekalahan di derita Ihsan di tahun 2016 lalu pada kejuaraan Indonesian Masters 2016. Bukan tidak mungkin kali ini
Pasangan ganda campuran Indonesia Alfian Eko Prasetya/Melati Daeva Oktaviani akhirnya berhasil melewati lubang jarum. Hari ini (8/11), pasangan yang belum lama di sandingkan ini bisa memetik kemenangan meski harus melalui drama selama dua game. Yuang Cheng Wu/Yang Ching Tun, pasangan asal China Taipei bisa di hentikan dalam dua game 21-18, 21-17.
Sebanyak empat tunggal putra Indonesia yang bertanding dikejuaraan bulutangkis Macau Open Grand Prix Gold 2017 berhasil meloloskan diri ke babak kedua. Kemarin (7/11) ke empat andalan merah putih sukses memetik kemenangan. Mereka adalah Ihsan Maulana Mustofa, Dyonisius Hayom Rumbaka, Firman Abdul Kholik dan Panji Ahmad Maulana.
