Sulaiman

Sulaiman

Ganda campuran tanah air, Andika Ramadiansyah/Vania Arianti Sukoco turun bersama di Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix 2016. Pemain yang kini tengah dipersiapkan menuju Kejuaraan Dunia Junior (WJC) sejauh ini masih bisa melaju tanpa menemui hambatan berarti.

Tunggal putri U15 asal PB Djarum pastikan satu tiket semifinal di Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2016. Hal ini terjadi setelah Aisha Galuh Maheswari dan Aisyah Satifa Fatetani sama-sama mengantongi kemenangan pada Kamis (15/9) sore, dan mereka akan berhadapan di perempat final yang akan digelar besok (16/9).

Pebulutangkis junior tanah air dan dari enam negara lain tengah bertarung di Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix 2016. Di gedung yang baru diresmikan pada Kamis (15/9) siang tadi inilah para junior bersaing untuk menjadi yang terbaik.

Memasuki babak ketiga kejuaraan bulutangkis Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix 2016 – U19, pasangan asal PB Djarum Andika Ramadiansyah/Rinov Rivaldy belum terhadang. Menempati unggulan ke-3, kemarin (14/9) Andika/Rinov bisa melewati babak kedua dengan mengalahkan Ario Bimo Gagat Raino/Ardy Nugroho. Dalam waktu kurang dari setengah jam, Andika/Rinov menang dengan 21-14, 21-15. Hari ini (15/9) di babak ketiga, Andika/Rinov akan mencoba menembus babak perempat final dan akan menghadapi sala

Perang saudara antar sesama pemain PB Djarum tak terhindarkan. Dua pasang ganda campuran binaan PB Djarum akan saling berhadap-hadapan di babak ketiga.  Andika Ramadiansyah/Vania Arianti Sukoco akan menghadapi rekannya Reihan Naufal Kurharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti di babak ketiga yang akan di jadwalkan besok (15/9). Pemenang dari partai bersaudara ini berhak melanjutkan perjuangan di babak perempat final sekaligus memastikan satu tempat untuk PB Djarum.

Usai sudah pencarian generasi penerus bulutangkis Indonesia melalui Audisi umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016. Dari 4.547 atlet yang terdaftar dari 9 kota audisi,  sebanyak 28 atlet muda akhirnya resmi menjadi bagian dari klub yang besar di kota Kudus. Ke-28 atlet ini di dapat dari pebulutangkis U-13 dan U-15. Proses pemilihan panjang yang di rancang dari awal tahun 2016 ini akhirnya berujung di kota santri, Kudus. Di Kudus pula dilakukan pengumuman para atlet yang akan mendapatkan pembina