Pasangan ganda campuran Ronald Alexander/Melati Daeva Oktaviani sukses melewati babak pertama kejuaraan bulutangkis Korea Masters 2015 yang di langsungkan kemarin (3/11). Pasangan yang mengusung unggulan ke-3 ini mengalahkan wakil China Taipei Huang Po Jui/Chiang Kai Hsin.
Kejuaraan bulutangkis seri dunia kini beralih dari Eropa ke daratan Asia. Lepas dari Jerman, sejumlah pemain bulutangkis kini tengah mengincar gelar juara di Korea Selatan pada kejuaraan Korea Masters 2015. Indonesia menyertakan tiga pasang ganda campuran muda pada kejuaraan yang menyediakan hadiah total US$ 120.000,-
Tahun 2015 ini Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) menggelar Kejuaraan Dunia Junior (WJC) di Lima, Peru. Sebuah negara yang terletak di Amerika Selatan. Bagi atlet yang berasal dari kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, tentu ini menjadi perjalanan yang sangat panjang. Jarak Jakarta-Lima kurang lebih 17,940 Km, tentu bukan jarak yang pendek.
Pasangan dewasa putra asal PB Djarum Fernando Kurniawan/Fran Kurniawan membuat kejutan pada laga partai puncak bertempat di Gor 17 Desember, Mataram, Sabtu (31/10) malam. Pasalnya mereka mengalahkan pasangan unggulan pertama Afiat Yuris Wirawan/Yohanes Rendy Sugiarto asal Pertamina Faston. Dengan kemenangan ini, Fernando/Fran rebut juara Djarum Sirnas NTB Open 2015.
Pertarungan babak final di nomor ganda taruna putri, pasangan PB Djarum Cynthia Shara Ayunidha/Rofahadah Supriadi Putri kalah dua game langsung atas Syifa Fauziah/Virni Putri asal Jaya Raya Jakarta pada pertandingan bertempat di GOR 17 Desember, Mataram, Sabtu (31/10) siang. Hasilnya gelar runner up pun jadi milik pasangan PB Djarum.
Alifia Intan Nurrohkim asal PB Djarum harus mau jadi runner up tunggal pemula putri Djarum Sirnas NTB Open 2015. Ketika di partai puncak, Sabtu (31/10) siang, bertempat di Gor 17 Desember, Mataram. Alifia kalah dua game atas Jesita Putri Miantoro asal Exist Jakarta.
