Sulaiman

Sulaiman

Keberhasilan Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, tak terlepas dari sosok Chafidz Yusuf, yang tak lain adalah asisten pelatoh ganda putri Pelatnas PBSI Cipayung.

Kesuksesan Greysia Polii/Apriyani Rahayu akhirnya menjadi titik terang ganda putri Indonesia. Sebelumnya, dari sektor tersebut belum ada satu wakil pun yang berhasil mengukir prestasi di level Olimpiade. Greysia/Apriyani menjadi pionirnya.

Suasana haru dan bangga masih terus terasa usai raihan medali emas Olimpiade Tokyo 2020 oleh pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Bagaimana tidak, butuh waktu selama 29 tahun atau 8 kali penyelenggaraan Olimpiade buat Indonesia akhirnya mendapatkan emas dari sektor ganda putri.

Keberhasilan tim bulutangkis Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020 yang membawa pulang medali emas dan medali perunggu, disambut antusias oleh seluruh masyarakat Indonesia. Beragam apresiasi pun berdatangan dari berbagai kalangan, termasuk bonus milyaran dari pemerintah maupun pengusaha negeri ini.

Kiprah PB Djarum dalam melahirkan atlet-atlet yang berprestasi di level dunia sudah tidak diragukan lagi. Sejak berdiri pada tahun 1969, PB Djarum terus menyumbangkan atlet terbaiknya untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Kesuksesan ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dalam meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, tak lepas dari kerja keras para pelatihnya yakni Eng Hian dan Chafidz Yusuf. Dukungan semangat dan strategi yang diberikan kedua pelatih ini mengantarkan Greysia/Apriani meraih capaian tertinggi di Olimpiade dan mencetak sejarah bagi Indonesia.