Sulaiman

Sulaiman

Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putri, Yuni Kartika menyampaikan bahwa dalam Audisi Umum PB Djarum 2025, kriteria utama yang dibidik untuk sektor putri adalah postur tubuh yang ideal. Menurut peraih Uber Cup 1994 itu, faktor fisik menjadi sangat penting agar para atlet mampu bersaing di level internasional. Mengingat banyak lawan dari luar negeri memiliki keunggulan pada aspek tersebut, selain kemampuan teknik permainan.

Persaingan ketat semakin terasa di perhelatan Audisi Umum PB Djarum 2025. Para peserta dari berbagai klub penjuru tanah air terus meunjukkan kemampuan terbaiknya dihadapan tim pencari bakat yang terus memantau di belakang lapangan pertandingan.

Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum menggelar Audisi Umum PB Djarum 2025 sebagai salah satu upaya menjaga dan melanjutkan tongkat estafet kejayaan bulutangkis Indonesia. Berlangsung pada 8 hingga 12 September 2025 di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, audisi yang diikuti oleh 1.729 ini bukan sekadar ajang pencarian bakat, melainkan langkah konkret dalam merancang masa depan bulutangkis Indonesia melalui proses seleksi ketat dan pembinaan yang terstruktur.

Medali perunggu menjadi pencapaian terbaik tim Indonesia di BWF World Championships 2025. Raihan ini dipersembahkan oleh tunggal putri, Putri Kusuma Wardani. Putri finis sebagai semifinalis setelah kalah dari Akane Yamaguchi (Jepang), lewat rubber game dengan skor 17-21, 21-14, 6-21.

 

Hari kedua pelaksanaan Audisi Umum PB Djarum 2025 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, berlangsung semakin meriah. Kehadiran para legenda bulu tangkis Tanah Air seperti Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, dan Mohammad Ahsan membuat atmosfer audisi terasa semakin menarik untuk diikuti.

Perjuangan ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi di BWF World Championships 2025, berakhir di babak perempat final. Keduanya kalah dari pasangan Jepang, Rin Iwanaga/ Kie Nakanishi dua game langsung, 15-21, 16-21.