Pencinta bulu tangkis era 80-an tentu masih ingat dengan Hastomo Arbi. Bagaimana tidak, pemain kelahiran Kudus, 5 Agustus 1958 ini adalah penentu kemenangan tim Thomas Indonesia pada tahun 1984 silam.
Menurut pebulutangkis spesialis ganda PB Djarum Salli Lin, kalau ibadah puasa ramadan tahun ini ada yang kurang. Selain beribadah di rumah, latihan pun harus dilakoninya sendiri. Dan biasanya jika datang bulan suci ramadan, Salli bersama dengan teman-teman selalu melakukan nagbuburit dikala menunggu datangnya azan magrib tetapi tidak di tahun ini. Salli pun mengaku kalau kegiatan ngabuburit itu sangat kangennya saat ini.
Bagi setiap umat muslim yang menjalankan ibadah puasa, berkumpul bersama keluarga menjadi suatu harapan tersendiri. Apalagi jika terpisah dengan jarak dan waktu. Banyak upaya yang ingin dilakukan agar bisa beribadah bersama keluarga. Tetapi rupanya harapan ini sementara masih menjadi angan-angan. Mewabahnya virus Covid-19 menjadi penyebab terhalangnya tali silaturahmi.
Hariyanto Arbi kembali dipercaya menjadi ujung tombak pada perebutan Piala Thomas 1998 di Hongkong. Ia bersama Joko Supriyanto, Hendrawan, Marleve Mainaky dan Indra Wijaya di barisan tunggal. Sementara kekuatan ganda diisi oleh Ricky Soebagja, Rexy Mainaki, Candra Wijaya, Sigit Budiarto dan Tony Gunawan. Indonesia berada satu grup bersama Malaysia, Korea dan Belanda.
Nama Hariyanto Arbi sudah melekat erat dalam sejarah bulutangkis Indonesia. Lelaki kelahiran Kudus, Jawa Tengah, kerap menghiasi tinta emas perjalanan bulutangkis tanah air. Pemain yang mendapat julukan “Smash 100 watt” ini telah menyumbangkan berbagai gelar bagi merah putih. Namanyapun masuk sebagai pemain yang sukses membawa piala Thomas empat kali berturut-turut.
Setiap turnamen resmi Badminton World Federation (BWF) mempunyai sistem ranking poin yang berbeda-beda. Saat ini, BWF mempunyai tiga grade turnamen yang masing-masing di dalamnya terbagi dalam beberapa level. Berikut sistem ranking poin BWF yang berhak didapatkan oleh para atlet saat mengikuti turnamen.
