Tak cuma BWF (Badminton World Federation) yang lempar pujian atas penyelenggaraan Polytron Indonesia Open 2026, penonton pun menyampaikan hal yang sama. Antusiasme penonton di Polytron Indonesia Open 2026 mencerminkan naiknya euforia terhadap bulutangkis Indonesia.
Gelaran Polytron Indonesia Open 2026 banyak mendapat apresiasi atas pelaksanaan turnamen yang dinilai profesional dan inklusif untuk masyarakat. Terbukti Istora kembali full house, dipenuhi para pecinta bulutangkis sejak hari pertama diselenggarakan.
Total dua ganda putra yang akan meneruskan perjuangannya pada kejuaraan bulutangkis Sathio Group Australian Badminton Open 2026. Satu ganda putra sudah mendapatkan satu tiket babak kedua melalui pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani kemarin (9/6). Hari ini (10/6) giliran pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang melaju ke babak kedua. Juara Toyota Thailand Open 2026 ini menang atas pemain berbendera Australia Andika Ramadiansyah/ Frederick Zhao. Bekal menang 21-18, 21
Babak pertama kejuaraan bulutangkis Sathio Group Australian Open 2026 baru selesai hari ini (10/6). Indonesia yang menyertakan tiga tunggal putra pada kejuaraan dengan level BWF World Tour Super 500, akhirnya hanya bisa meloloskan dua pemain saja ke babak kedua. Mereka adalah Moh Zaki Ubaidillah dan Alwi Farhan.
Hanya pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang bisa melewati babak pertama pada kejuaraan bulutangkis Sathio Group Australian Badminton Open 2026. Hari ini (9/6) Sabar/Reza membuka langkahnya pada kejuaraan dengan level BWF World Tour Super 500 dengan kemenangan atas ganda Singapura Donovan Willard Wee/Jia Hao Howin Wong. Sabar/Reza yang duduk sebagai unggulan ketiga menang dalam dua gim 23-21, 21-16.
Hari ini (9/6) kejuaraan bulutangkis Sathio Group Australian Badminton Open 2026 dimulai. Babak pertama sektor ganda putri sudah dilaksanakan. Misi mempertahankan gelar juara ganda putri akan dilakukan oleh dua pasang ganda putri Indonesia yang terjun pada kejuaraan dengan level BWF World Tour Super 500. Mereka adalah sang juara bertahan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan finalis Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
