Ada yang menarik pada saat perhelatan Olimpiade Beijing 2008. Pebulutangkis putri Indonesia Maria Kristin Yulianti diluar dugaan berhasil mencuri satu keping medali ditengah gempuran pebulutangkis tuan rumah China seperti Xie Xing Fang, Zhang Ning dan Lu Lan. Maria Kristin, satu-satunya pebulutangkis putri Indonesia yang lolos mengikuti ajang empat tahunan di Beijing, China tampil luar biasa. Medali perunggu bisa ia persembahkan untuk merah putih.
Tak henti-hentinya cabang olahraga bulutangkis menyumbang medali emas pada ajang Olimpiade. Setiap ajang Olimpiade digelar, cabang olahraga yang menggunakan raket ini selalu bisa mempersembahkan medali emas. Pada Olimpiade tahun 2008 yang diselenggarakan di Beijing, China, bulutangkis lagi-lagi menyumbang sekeping medali emas melalui pasangan ganda putra, Markis Kido/Hendra Setiawan.
Untuk keempat kalinya cabang olahraga bulutangkis tetap menjadi lumbung medali emas bagi kontingen Indonesia. Pada Olimpade Athena 2004, bulutangkis masih unjuk gigi dengan merebut sekeping medali emas. Tak hanya medali emas, dua perunggu dari bulutangkis juga turut menambah perolehan medali pada ajang multi event empat tahunan yang dilaksanakan di Athena, Yunani.
Untuk ketiga kalinya cabang olahraga bulutangkis dipertandingkan pada ajang Olimpiade. Kali ini olahraga yang menggunakan raket sebagai pemukul menjadi cabang olahraga resmi pada Olimpiade Sydney 2000. Dan kembali bulutangkis menjadi cabang olahraga andalan dari kontingen Indonesia untuk merebut medali emas. Terbukti satu keping emas berhasil di persembahkan melalui pasangan ganda putra, Tony Gunawan/Candra Wijaya.
Tradisi mempertahankan medali emas Olimpiade nyaris saja terbang pada Olimpiade Atlanta 1996. Untungnya ada pasangan ganda putra, Ricky Soebagja/Rexy Mainaky yang berhasil meraih medali emas pada ajang multi event yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali. Ricky/Rexy meraih medali emas Olimpiade usai membekuk ganda Malaysia, Yap Kim Hock/Cheah Soon Kit.
Sukses Susy menorehkan tinta emas di Olimpiade Barcelona 1992 menular kepada pebulutangkis putra Indonesia, Alan Budi Kusuma. Pemain asal PB Djarum ini menjadi yang terbaik di antara para atlet bulutangkis putra yang berlaga pada ajang multi event empat tahunan. Medali emas dipersembahkan oleh Alan usai menyingkirkan rekannya, Ardy B Wiranata pada partaiĀ All Indonesian Final.
