Pencarian bakat bulutangkis Audisi Umum PB Djarum 2026 – Makassar, baru saja berakhir, Sabtu (8/8) di GOR Dafest Makassar, Sulawesi Selatan, dan mencatatkan 16 atlet yang berhak melaju ke tahap berikutnya, Karantina di Kudus, Jawa Tengah.
Di sela-sela sengitnya persaingan dalam pencarian bakat lewat Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru, panitia juga menggelar acara meet and greet dengan dua legenda besar Indonesia yakni Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Para peserta audisi sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Tontowi/Liliyana pun diserbu penggemar ciliknya yang ingin mendapat kesempatan berinteraksi, berfoto, dan mendapatkan tanda tangan dari pasangan ganda campuran peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir atau yang akrab disapa Owi/Butet, kembali ke lapangan bulu tangkis. Kali ini, ganda campuran peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu bukan kembali untuk bertanding, melainkan untuk memantau Audisi Umum PB Djarum 2025 yang sedang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus.
Tak hanya atlet para peserta, Audisi Umum PB Djarum tampaknya menjadi agenda tahunan yang dinantikan juga oleh legenda bulu tangkis Indoensia asal PB Djarum, Tontowi Ahmad. Peraih medali emas Olimpiade Rio de Janairo itu mengaku enjoy jika dipercaya untuk menjadi bagian tim Pencari Bakat.
Gagal di Olimpiade London 2012 tidak membuat pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir patah arang. Pasangan yang biasa dipanggil dengan Owi/Butet segera melupakan kekalahan yang diderita pada ajang multi event yang diselenggarakan di London, Inggris. Terbukti, empat tahun kemudian Owi/Butet bisa merebut satu keping medali emas bagi Indonesia.
Mau tidak mau, suka tidak suka, sepertinya keikutsertaan cabang olahraga bulutangkis pada Olimpiade 2012 yang berlangsung di London, Inggris, menjadi yang terburuk bagi Indonesia. Sejak pertama kali resmi dipertandingkan pada Olimpiade, hanya di London cabang olahraga bulutangkis tidak bisa menyumbangkan satu keping medali. Padahal sukses kontingen Indonesia pada ajang multi event tidak lepas dengan keberhasilan cabang olahraga bulutangkis yang selalu mempersembahkan medali emas.
Dorongan dari orang tua
