Hampir 12 jam lalu, tim bulutangkis Indonesia sudah tiba di Rio de Janeiro, Brasil. Tim bulutangkis Indonesia yang terdiri dari 10 Olympian ini menjalani karantina terlebih dahulu di Sao Paolo dalam sepekan terakhir sebelum memasuki perkampungan atlet.
Pecinta bulutangkis tanah air sudah pasti mengenali Liliyana Natsir. Usianya memang kini tak lagi muda, Olimpiade di Rio de Janeiro, Brasil kali ini pun akan menjadi Olimpiade ketiga baginya. Ia sukses meraih perak Olimpide Beijing tahun 2008 bersama Nova Widianto dan finis di posisi keempat di Olimpiade London 2012.
Kabar bonus untuk peraih medali Olimpiade memang sudah digaungkan dalam beberapa hari terakhir. Pekan lalu, Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Imam Nahrawi menjanjikan bonus RP 5 milyar untuk peraih medali emas serta tunjangan Rp 20 juta perbulan. Hari ini, PP PBSI pun mengumumkan bahwa bonus bagi peraih medali sudah menanti.
Kejutan yang tidak menyenangkan hinggap di kubu Indonesia. Andalan merah putih di sektor ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyan Natsir harus terhenti di babak kedua. Mereka bertanding dihadapan publik Istora pada Kamis (2/6) sore.
Setelah Praveen Jordan/Debby Susanto harus kandas di laga pertama mereka di BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016. Publik Istora seakan mendapat hiburan setelah melihat penampilan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada Selasa (31/5) petang.
Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akhirnya harus puas sebagai runner up di kejuaraan Badminton Asia Championships 2016 yang berlangsung di Wuhan, China. Dalam babak The real final yang berlangsung hari ini (1/5), pasangan yang akrab di sapa dengan Owi/Butet gagal menghentikan aksi ganda campuran nomor satu dunia Zhang Nan/Zhao Yunlei melalui pertandingan rubber game.
Dorongan dari orang tua
