Dua kabar tak menyenangkan datang dari Rio de Janeiro, Brasil. Di arena Olimpiade, Indonesia kehilangan dua wakil di dua nomor sepanjang Senin (15/8) malam hingga Selasa (16/8) dini hari. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari harus terhenti di perempat final, sementara Tommy Sugiarto terjegal di babak 16 besar.
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil melaju ke final Olimpiade Rio de Janeiro. Pasangan yang akrab disapa Owi/Butet ini berhasil setelah mengalahkan unggulan teratas asal Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei pada Selasa (16/8) pagi.
Usai penyisihan grup, hasil undian ganda campuran bulutangkis di Olimpiade Rio de Janeiro memang tidak begitu menguntungkan bagi tim Indonesia. Di babak delapan besar ini, dua pasangan wakil merah putih sudah harus berjumpa. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhadapan dengan juniornya, Praveen Jordan/Debby Susanto.
Tontowi/Liliyana melakoni laga penentuan juara grup dengan berjumpa Chan Peng Soon/Liu Ying Goh pada Sabtu (13/8) malam. Pertarungan berlangsung ketat diawal game pembuka. Pasangan yang akrab disapa Owi/Butet sempat tertinggal diparuh awal game pertama, mereka tertinggal 9-11 di interval.
Laga kedua grup C di sektor ganda campuran Olimpiade 2016 mempertemukan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dengan Bodin Isara/Savitree Amitrapai. Berhadapan dengan wakil Thailand pada Sabtu (13/8) dini hari, pasangan yang akrab disapa Owi/Butet ini berhasil menang dua game langsung.
Indonesia berhasil meloloskan dua wakil untuk tampil di Olimpiade yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir serta Praveen Jordan/Debby Susanto menjadi asa merah putih untuk bisa mengembalikan tradisi emas bulutangkis tanah air di pesta olahraga terbesar dunia itu.
Dorongan dari orang tua
