Sejak berpasangan dengan Liliyana Natsir, nama Tontowi Ahmad menjadi buah bibir bagi para pecinta bulutangkis di Indonesia. Dimana, pasangan campuran ini berhasil meraih gelar di berbagai turnamen di seluruh dunia. Bahkan di awal tahun 2014 saja, Tontowi dan Liliyana berhasil mencetak rekor baru
Liliyana Natsir bisa jadi sudah menjadi legenda bulutangkis tanah air. Pebulutangkis spesialis ganda campuran ini terus menorehkan prestasinya, hingga kini di usianya yang ke 29. Di sepanjang tahun 2014, Liliyana atau yang akrab disapa butet ini terus menuai prestasi dan menorehkan sejarah.
Kejuaraan bulutangkis BWF World Final Super Series 2014 telah memasuki hari kedua. Setelah pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari mundur akibat cidera, Indonesia kini tinggal berharap pada tunggal putra Tommy Sugiarto dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
Tommy Sugiarto, yang menjadi satu-satunya tunggal putra Indonesia yang lolos ke turnamen BWF World Super Series Final 2014 bersiap untuk laga kedua. Di hari pertama kemarin (17/12), tunggal utama Indonesia ini menyerah di tangan pemain Denmark Jan O Jorgensen. Tommy menyerah dua game langsung dengan kedudukan akhir 15-21, 9-21.
Pasangan ganda campuran nomor satu Indonesa Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang bertanding pada kejuaraan bulutangkis BWF World Super Series Final 2014 berada pada grup berat. Bertanding pada grup B, pasangan yang biasa disapa dengan sebutan Owi/Butet ini berada satu grup dengan pasangan yang kerap menyulitkan mereka.
Indonesia memastikan diri untuk sementara menjadi pemuncak klasemen Axiata Cup 2014. Di laga keenam kemarin (02/12), tim merah putih sukses menekuk tim Europe All Stars dengan skor 3-1.
Dorongan dari orang tua
