
Hasil tidak memuaskan di Audisi Umum kota Bandung dan rasa penasarannya membawa Ronny Susila (39 tahun) beserta putranya Petra Ray Matheo (13 tahun) rela menyetir mobilnya menuju Audisi seri kedua di kota Purwokerto. Ketika tiba di GOR Satria Purwokerto, Jumat, pukul 13.20 WIB. Ronny pun langsung bergegas mengambil nomor antrian guna melakukan registrasi ulang.
Ronny asal Bekasi, saat di temui mengaku kalau putranya ini sudah mengikuti Audisi Djarum sejak berumur 9 tahun tepatnya di tahun 2012 lalu. Di Purwokerto sendiri, menjadi kota kedua di tahun 2016 yang diikuti putranya. Dengan alasan rasa penasaran dan percaya diri sang putra, ia pun rela mendatangi kota ini.
"Di Audisi Bandung lalu, Petra terhenti di babak 16 besar tahapan turnamen. Tapi Alan Budi Kusuma salah satu dewan pencari bakat, sempat melihat kemampuannya dan memberi kesempatan hingga menjadi salah satu kandidat super tiket. Dari situlah, dia tambah percaya diri dan penasaran ingin mencoba lagi Audisi di Purwokerto ini," sahut Ronny yang juga hobby dengan bulutangkis ini.
Ronny juga mengatakan alasan memilih PB Djarum karena pusatnya bulutangkis di klub ini. Mulai dari pembibitan dan pembinaannya juga terjamin. Atlet yang dihasilkan pun kualitasnya sangat bagus dan menunjang untuk menjadi atlet kelas dunia.
Ronny menambahkan walaupun hasil di Purwokerto ini nantinya tidak memuaskan bagi putranya, setidaknya sudah berusaha dan bisa membuat dirinya puas daripada nantinya ada penyesalan di kemudian hari. (ds)
