
Rangkaian ajang pencarian bakat atlet bulutangkis, Audisi Umum PB Djarum kembali digelar. Pada edisi kali ini PB Djarum kembali mengadakan audisi di tiga kota, yaitu Pekanbaru, Makassar dan Kudus, setelah beberapa tahun terakhir terpusat di Kudus, Jawa Tengah. Terakhir, PB Djarum mengadakan audisi di beberapa kota, pada tahun 2019.
Pekanbaru menjadi kota pertama yang disambangi untuk mencari atlet terbaik dan bergabung dengan PB Djarum. Audisi digelar di GOR Angkasa, pada 7-12 Juli.
Sebanyak 342 peserta mendaftar pada Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru ini. Tak hanya dari wilayah Sumatera, beberapa peserta juga datang dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat hingga Papua. Mereka kemudian akan bertanding di tiga kategori usia, U-11, KU-11 dan KU -12.
Audisi kali ini dilaksanakan dalam dua tahapan, yaitu tahap screening dan tahap turnamen. Pada tahap screening, peserta akan dipertandingkan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia, dengan sistem 21 poin. Keputusan peserta lolos tahap screening, ditentukan berdasarkan hasil menang-kalah di pertandingan.
Setelah itu, peserta yang lolos akan lanjut ke tahap turnamen. Pada bagian ini, atlet putra akan dimulai dari babak 64 besar, sementara atlet putri dari babak 32 besar.
Tahap turnamen menggunakan sistem gugur. Sehingga peserta yang memenangkan pertandingan final, berhak memperoleh Super Tiket dan akan mengikuti Tahap Karantina di markas besar PB Djarum di Kudus.
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto berharap audisi kali ini bisa melahirkan bibit baru bulutangkis Indonesia. Pekanbaru memiliki rekam jejak pencetak atlet yang baik bagi PB Djarum. Beberapa talenta jebolan daerah ini yang sudah bergabung antara lain, Radithya Bayu Wardana dan Jolin Angelia.
“Kami berharap nanti kita bisa menemukan talenta-talenta yang bagus di Pekanbaru ini. Sebelumnya dari Pekanbaru ini, sudah ada beberapa pemain muda yang muncul, seperti Radith dan Jolin. Harapannya semoga bahwa bisa meneruskan apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman yang lain, yang sudah melakukan audisi terlebih dahulu,” kata Sigit Budiarto.
Sigit menambahkan soal penilaian yang dilihat dari peserta audisi. Ia mengatakan Tim Pencari Bakat lebih mengutamakan penguasaan teknik dasar dan footwork (penguasaan lapangan) yang baik dan benar. Setelah teknik terpenuhi, atribut lain seperti daya juang akan dinilai karena hal tersebut dapat terus berkembang.
PB Djarum menaruh harapan besar agar kota pertama pembuka audisi ini bisa langsung menghasilkan bibit-bibit pebulutangkis yang berkualitas. (NFA)
