Wawancara
Home > Berita > AUDISI UMUM > [Audisi Umum PB Djarum 2026] Sejumlah Atlet Putri Curi Perhatian Tim Pencari Bakat
09 Juli 2026
[Audisi Umum PB Djarum 2026] Sejumlah Atlet Putri Curi Perhatian Tim Pencari Bakat
 
 

Memasuki tahap turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026, penampilan sejumlah peserta putri cukup mencuri perhatian Tim Pencari Bakat.

Salahnya adalah Bellvania Safistika Sheila Mahaeswari. Atlet dari Jelang Fajar Badminton Class, Pekanbaru mengikuti Audisi Umum PB Djarum dengan membawa mimpi menjadi atlet nasional dan membela Indonesia di pentas Internasional. Di pertandingan tahap turnamen, ia mampu memperlihatkan mental juara. Putri yang akrab disapa Bibel ini sempat mengalami kekalahan 17-21 di gim pertama, tetapi mampu bangkit di gim kedua dan saat rubber game dengan skor 21-11, 21-14.

“Bibel ikut Audisi Umum PB Djarum di Pekanbaru karena ingin jadi atlet nasional. Dari kecil memang sudah suka bulu tangkis, apalagi sering lihat atlet-atlet Indonesia maupun luar negeri dari Youtube. Bibel juga ingin suatu hari nanti bisa membela Indonesia. Waktu pertandingan tadi, senang sekali bisa menang. Tapi, pas pertama kali main sempat gugup, jadi larinya kurang cepat dan nggak bisa ambil bola,” ujar Bibel.

Meski menyadari lawan-lawan yang dihadapi di audisi ini punya kemampuan yang bagus, Bibel tetap menyimpan keyakinan besar pada dirinya. Kuncinya sederhana, kerja keras maksimal dan berdoa sebelum bertanding.

“Untuk pertandingan berikutnya, Bibel juga mau memperbaiki tangkapan bola, smash harus masuk, jangan nyangkut, sama kejar bola harus lebih maksimal,” ungkap peserta yang baru naik kelas 3 Sekolah Dasar ini.

Sementara kegigihan dan sikap pantang menyerah ditunjukkan salah satu peserta yang bersaing di sektor KU-11 Putri, Naura Hasanah Anindya. Bagi peserta kelas 6 SD ini, PB Djarum merupakan klub impian yang ditujunya setelah mengenal dan mencintai bulutangkis. Meski baru pertama kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum, Naura tampil percaya diri dan berhasil memenangi pertandingan pembuka dengan dua gim langsung 21-18, 21-10.

Di balik hasil positif tersebut, Naura tetap berusaha mengevaluasi performa sendiri. Ia merasa permainannya belum keluar sepenuhnya karena kurang pemanasan sebelum bertanding. Ia ingin tampil lebih tenang dan sabar di lapangan, serta siap secara fisik agar bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

"Saya ikut Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru karena PB Djarum memang klub impian saya dari dulu. Senang rasanya bisa menang, walaupun menurut saya permainan saya belum terlalu keluar karena tadi kurang pemanasan. Untuk pertandingan berikutnya, saya ingin main lebih tenang, lebih sabar, dan tentu harus lebih banyak pemanasan," ujar Naura.

Kecintaan Naura pada bulutangkis tumbuh dari lingkungan keluarga. Ia mengenal olahraga ini dari sang ayah dan mulai tertarik saat sering ikut menjemput kakaknya pulang latihan bulutangkis. Naura lalu menekuni bulutangkis sejak usia 6 tahun dan mulai serius berlatih dalam tiga tahun terakhir. Terinspirasi dari prestasi sang kakak, Naura kini mematok target lebih tinggi, bukan hanya lolos audisi, tetapi juga terus mendekatkan diri dengan mimpi menjadi atlet bulutangkis berprestasi.

“Saya suka bulutangkis karena sering ikut ayah menjemput kakak pulang latihan, lalu melihat kakak main itu seru dan akhirnya saya ingin ikut juga. Kakak saya juga atlet bulutangkis dan pernah sampai Pra PON, jadi saya ingin bisa lebih dari itu. Selama persiapan audisi, saya latihan setiap hari, pagi di rumah dan sore di tempat latihan, bahkan saat libur,” ungkap peserta asal PB Andalan B.C RSN Pekanbaru ini.

Sementara dari nomor KU-12, Celly Rumika Yoella Hutagaol yang mulai mengenal bulutangkis saat masa pandemi Covid-19 berhasil melanjutkan perjuangan di Audisi Umum PB Djarum 2026 - Pekanbaru. Celly menuai kemenangan di laga pertama tahap turnamen. Peserta yang berstatus tuan rumah karena berasal dari PB Angkasa Prestasi Gemilang, Pekanbaru ini meraih kemenangan dua gim 21-15, 21-12 saat berhadapan melawan peserta asal Sumatera Barat, Azzahra Naema Effendi.

Meski sempat diliputi rasa gugup, Celly mampu mengawali penampilannya dengan kemenangan dua gim langsung. Namun, ia menyadari performanya masih jauh dari target yang diharapkan. Situasi audisi dengan nama besar PB Djarum dan dipantau oleh deretan legenda bulutangkis seperti Liliyana Natsir, Maria Kristin Yulianti, hingga Hendrawan membuat tekanan yang ia rasakan berbeda dibanding pertandingan-pertandingan lain yang pernah diikutinya.

“Tadi rasanya deg-degan tapi senang karena baru main pertama kali terus bisa menang. Cuma penampilan saya masih belum bagus karena bolanya masih banyak out, pukulannya juga banyak yang tidak kena, dan saya sempat grogi. Ada beberapa hal yang perlu saya perbaiki untuk pertandingan berikutnya seperti power jangan terlalu kuat, terus harus lebih fokus dan tidak usah memikirkan orang. Jangan lihat penonton, biar bisa lebih konsentrasi sama permainan sendiri,” kata Celly yang memiliki tinggi badan 170 cm.

Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru diikuti oleh 306 peserta dan bergulir mulai 7 hingga 12 Juli di GOR Angkasa, Pekanbaru, Riau. Informasi seputar Audisi Umum PB Djarum 2026 bisa diakses di website pbdjarum.org, media sosial Instagram dan Tiktok @pbdjarumofficial dan YouTube @pbdjarum-official. (NFA)