Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Tiga Legenda Tunggal Putra Catat Juara Terbanyak di Indonesia Open
24 Juni 2020
Tiga Legenda Tunggal Putra Catat Juara Terbanyak di Indonesia Open
 
 

Bagi para pencinta bulu tangkis, pastinya sudah banyak yang tahu kalau ada tiga nama legenda pebulu tangkis tunggal putra yang berhasil mencatatkan rekor juara terbanyak di kejuaraan Indonesia Open. Ada pun ke tiga legenda itu adalah Ardy Bernadus Wiranata asal Indonesia, Taufik Hidayat asal Indonesia dan Lee Chong Wei asal negeri Jiran Malaysia.

Diawali dari pebulutangkis legenda Indonesia Ardy Bernadus Wiranata atau kerap dipanggil dengan nama singkat Ardy B Wiranata atau Ardy. Ada pun pebulutangkis besutan PB Djarum itu mencatatkan namanya sebagai peraih hattrick pertama di kejuaraan Indonesia Open. Kala itu, Ardy raih juara pada tahun 1990, 1991 dan 1992.

Di tahun 1993, gelar juara terlepas dari tangan Ardy dan berpindah ke Alan Budikusuma. Namun di tahun 1994 nya, Ardy mampu kembali meraih trofi keempatnya dan bahkan di tahun 1995 Ardy masih dapat mempertahankan gelarnya itu. Hingga di Indonesia Open 1997 menjadi trofi terakhir yang didapat oleh Ardy.

Kesuksesan Ardy, akhirnya dapat dilanjutkan oleh pebulutangkis legenda Indonesia lainnya asal Bandung, Taufik Hidayat. Dengan mengoleksi trofi terbanyak di Indonesia Open. Taufik merebut trofi pertama Indonesia Open pada tahun 1999. Dan Taufik juga mampu mepertahankan gelar itu di tahun 2000.

Meski di tahun 2001 lepas dari tangan Taufik, namun ia mampu mencetak hattrick di Indonesia Open berikutnya yaitu tahun 2002, 2003 dan 2004. Taufik mampu menggenapi jumlah trofinya menjadi enam kali juara di tahun 2006.

Lalu, barulah di tahun 2007 pebulutangkis asal Malaysia Lee Chong Wei meraih gelar pertamanya di Indonesia Open. Tetapi di tahun 2008 trofi itu lepas dari Chong Wei dan pindah ke tangan pebulutangkis Indonesia Sony Dwi Kuncoro. Hingga akhirnya Chong Wei mampu meraih gelar juara dan mencatat hattrick di Indonesia Open pada tahun 2009, 2010 dan 2011.

Selanjutnya Chong Wei mendapat gelar kelimanya di tahun 2013. Setelah dua tahun beruntun Chong Wei puasa gelar. Akhirnya pada tahun 2016 Chong Wei menggenapkan trofi yang keenamnya sekaligus menjadi yang terkahir baginya. (ds)