Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Ghaida Memilih Hijrah ke Montreal Kanada
03 Juni 2020
Ghaida Memilih Hijrah ke Montreal Kanada
 
 

Setelah keluar dari Pelatnas di tahun 2018 lalu, alumni pebulu tangkis PB Djarum Ghaida Nurul Ghaniyu lebih memilih hijrah ke negeri Kanada guna melanjutkan karirnyanya di dunia bulu tangkis. Ketika dihubungi oleh tim pbdjarum.org, majong Bandung kelahiran bulan September 1998 juga mengaku jika setelah keluar dari Pelatnas dirinya pernah dipinang menjadi pelatih di beberapa negara.

"Lagi itu Negara Swiss buat liga, Tiongkok di dua tempat, Bahrain dan Toronto, Kanada. Tetapi hampir semuanya itu menawarkan jadi pelatih. Kala itu saya belum sreg saja sih sama tawaran mereka karena masih pengen bermain bulu tangkis dan lagi pula juga orang tua masih pengen saya di rumah dulu," jawab juara Kejuaraan Nasional 2016.

Namun keinginan Ghaida akhirnya pun terkabul. Usai bernegosiasi cukup lama Ghaida akhirnya hijrah ke Montreal Kanada dengan status pemain dan sparing di klub CST Badminton yang disponsori oleh Atwater Club di akhir bulan Maret 2019 lalu.

"Nah sempat ngobrol-ngobrol sama manager di Montreal lewat media sosial, karena saya dikenalin juga sama pelatih Indonesia yang sudah lebih dulu di Kanada namanya kak Sandi dan kak Hendra A.G itu yang mengenalkan juga," ucapnya lagi.

"Alhamdulillah hasil diskusi mereka akhirnya mau sponsorin. Saya sempat dikirim kurang lebih tujuh kali pertandingan di tahun 2019 lalu. Saya juga di sini sambil latihan dan sparing buat anak-anak di sini," sambungnya mojang Bandung.

Bagi Ghaida sendiri, tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan cuaca ekstrem di Montreal Kanada. Bahkan banyak orang yang mempertanyakan ke Ghaida perihal hijab yang dipakainya, meski di Montreal sendiri banyak kaum muslimnya.

"Nggak butuh waktu lama untuk beradaptasi di sini, karena sayakan sering juga travel dan merantau. Mungkin dari merekanya saja kali ya melihat saya sebagai atlet bulu tangkis yang berhijab jadi mereka sempat bertanya-tanya. Walaupun di sini sendiri sudah banyak muslimnya dan baru pertama kalinya lihat pakai kerudung," lanjutnya Ghaida.

Dari tujuh kali kesempatan mengikuti pertandingan, Ghaida dapat hasil yang cukup membanggakan. Pasalnya, di lima turnamen Ghaida mampu menaiki podium juara sebanyak tujuh kali. Berikut peraihan gelar yang di dapat oleh Ghaida:

* Peru Future Series 2019 menjadi runner up

* Peru International Series 2019 menjadi juara tunggal putri

* Mexico International Series 2019 menjadi juara tunggal putri dan semifinalis ganda putri

* Guetemala International series 2019 menjadi juara tunggal putri dan semifinalis ganda putri

* Propinsi Quebec 2019 meraih tiga gelar juara (tunggal putri, ganda campuran dan ganda putri). (ds)