Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > [Kilas Balik Olimpiade 2012] Tradisi Emas Indonesia Sempat Terputus
11 Agustus 2020
[Kilas Balik Olimpiade 2012] Tradisi Emas Indonesia Sempat Terputus
 
 

Olimpiade London 2012 mungkin menjadi mimpi buruk bagi tim bulutangkis Indonesia. Bukan hanya gagal menyambung tradisi emas bulu tangkis di ajang ini, kala itu tim bulu tangkis Indonesia untuk pertama kalinya tidak berhasil membawa pulang medali satu keping pun.

Mengirimkan 9 wakilnya yang turun berlaga dalam 5 sektor berbeda, tim bulutangkis Indonesia benar-benar tak mampu berbicara banyak.

Satu-satunya tumpuan di nomor ganda campuran yang tersisa di semifinal ada Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, yang harus terhenti dan gagal dalam perebutan medali perunggu. Di sektor lainnya, tunggal putra, Taufik Hidayat, tak mampu meloloskan diri ke babak selanjutnya usai kandas di fase 16 besar dan harus mengakui rival abadinya asal Tiongkok, Lin Dan, yang justru menjadi pemilik medali emas kala itu.

Baca juga : [Kilas Balik Olimpiade 2008] Kido/Hendra Persembahkan Emas

Tragisnya, Bukan hanya gagal meraih medali, namun pil pahit datang dari tim bulutangkis Indonesia. Saat wakil ganda putri satu-satunya, Greysia Polii/Meiliana Jauhari harus didiskualifikasi oleh Komisi Disiplin Federasi Badminton Dunia (BWF) dan dituduh telah bertindak tidak menjunjung tinggi nilai sportivitas pada saat laga terakhir babak penyisihan group.

Kejadian ini bermula ketika Greysia/Meiliana berhadapan dengan wakil Korea Selatan, Ha Jung-eun/Kim Min-jung. Greysia/Meiliana yang sudah memastikan tiket babak perempat final, dinilai kedua kubu bermain tidak serius. Kedua kubu disinyalir mencari kekalahan agar terhindar dari unggulan 1 asal Tiongkok, Wang Xiaoli/Yu Yang, di fase knock-out. Bukan hanya itu, BWF juga menjatuhkan sanksi kepada Wang Wang/Yu dan Kim Ha Na/Jung Kyung Eun (Korea) lantaran tidak tampil kompetitif untuk menghindari posisi puncak klasemen Grup A.

Namun begitu, kejadian tersebut tak lantas membuat Indonesia semakin larut dalam keterpurukan. Empat tahun berselang, tim bulutangkis Indonesia kembali bangkit pada Olimpiade Rio 2016 dan mampu membayar kegagalan di Olimpiade London 2012.

Kala itu Indonesia berhasil kembali meneruskan tradisi yang sempat terputus, setelah ganda campuran Tontowi/Liliyana mampu menebus kegagalan sebelumnya, dengan berhasil meraih medali emas. (ah)

Baca juga : [Kilas Balik Olimpiade 2004] Taufik Bawa Pulang Emas