Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Para Badminton
29 Agustus 2020
Para Badminton
 
 

Geliat olah raga bulu tangkis, tidak hanya diramaikan oleh mereka yang memiliki kelengkapan dalam hal fisik saja, tetapi bagi mereka yang memiliki kekurangan masih juga bisa bermain bulutangkis. Tidak hanya itu, mereka yang memiliki kekurangan pun masih bisa berprestasi di tingkat nasional bahkan dunia. Para atlet bulutangkis yang memiliki kekurangan dinamakan dengan Para Badminton.

Pada Badminton tidak hanya memiliki agenda di dalam negeri saja, tetapi juga diluar negeri. Kegiatan multi event seperti Olimpiade khusus untuk mereka yang memiliki kekkurangan pun ada dan diberi nama Paralympic games dan salah satu cabang olah raga yang dipertandingkan adalah bulutangkis. Para Badminton resminya akan dipertandingkan untuk pertama kalinya Para Olimpiade Tokyo 2020.

Badan bulutangkis dunia (BWF) merupakan anggota dari International Paralympic Committee (IPC). Filosofi yang diususng oleh BWF untuk bulutangkis adalah “One Sport – One Team”, Badminton dan Para Badminton adalah bersama.

Saat ini BWF tengah memfokuskan diri untuk mengatur, mempromosikan dan mengembangkan olahraga secara global. Tujuan ini bisa dicapai melalui kemitraan dengan merangkul para anggota BWF yang terdiri dari lima kofederasi kontinental  dan mitra komersial serta Komite Paralimpiade Nasional dan organisasi atau mendukung olahraga untuk orang-orang dengan gangguan fisik.

Kelas yang dipertandingkan dalam Para Badminton

Sama halnya dengan bulutangkis umumnya, Para badminton juga mempertandingkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri serta ganda campuran. Hanya saja untuk atlet Para Badminton diklasifikasikan ke dalam beberapa kelas sesuai dengan kondisinya. Ada enam kelas yang dipertandingkan, yakni :

Wheelchair 1 / WH1 (Kursi Roda 1), diperuntukkan bagi atlet Para Badminton yang menggunakan kursi roda untuk bermain bulu tangkis. Pada kelas ini biasanya diperuntukkan bagi yang memiliki gangguan pada tungkai bawah dan fungsi batang tubuh.

Wheelchair 2 / WH2 (Kursi roda 2 ), diperuntukkan bagi atlet Para Badminton yang menggunakan kursi roda untuk bermain bulu tangkis dan mengalami gangguan pada satu atau kedua tungkai bawah dan gangguan minimal atau tidak sama sekali memilikinya pada tubuh.

Standing Lower (SL 3). Pada kelas ini seorang pemain harus bermain sambil berdiri. Pemain dapat memiliki gangguan pada satu atau kedua tungkai bawah dan keseimbangan /kesulitan dalam berjalan / berlari.

Standing Lower second standing class (SL 4A) di mana pemain memiliki gangguan yang lebih rendah dibandingkan dengan Sport Class SL 3. Pemain dapat memiliki gangguan pada satu atau kedua tungkai bawah dan gangguan minimal dalam keseimbangan berjalan / berlari.

Standing Upper (SU 5) Pemain di kelas ini memiliki kelainan pada tungkai atas, bisa pada tangan yang biasa digunakan maupun tidak.

Short Stature (SH 6). Kelas ini khusus untuk atlet memiliki postur pendek karena kondisi genetik yang sering disebut dengan istilah “dwarfism”.