Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Mengenal Desain dan Makna Trofi Piala Sudirman
23 September 2021
Mengenal Desain dan Makna Trofi Piala Sudirman
 
 

Perhelatan Piala Sudirman 2021 tinggal menghitung hari. Kejuaraan beregu campuran ini akan berlangsung pada 26 September hingga 3 Oktober di Vantaa, Finlandia.

Masyarakat Indonesia, khususnya pencinta bulutangkis tentu sudah tak sabar untuk menyaksikan pertandingan Piala Sudirman. Namun sebelum larut dalam euphoria pertandingan, tak ada salahnya buat kita kembali mengingat dan melihat lebih detail mengenai trofi yang akan diperebutkan.

Piala Sudirman diinisiasi oleh Indonesia untuk mengenang jasa Bapak Bulutangkis Indonesia, Dick Sudirman, dalam perannya di bulutangkis nasional maupun internasional. Setelah disepakati menjadi sebuah kejuaraan, Indonesia mendapat kehormatan untuk mendesain trofinya.

PBSI kemudian menyelenggarakan sayembara untuk mendesain trofi Piala Sudirman. Sebanyak 207 orang peserta mendaftarkan diri dari 20 provinsi. Total desain yang diterima panitia sebanyak 217 desain. Dari desain yang dikumpulkan, panitia kemudian memilih 35 desain yang melaju ke babak berikutnya.

Hingga akhirnya sayembara diumumkan pada November 1988 dan dimenangkan oleh Rusnandi yang merupakan mahasiswa seni rupa ITB. Trofi Piala Sudirman yang didesain Rusnandi mengalami sedikit modifikasi sebelum akhirnya dibuat.

Baca juga : Sejarah Piala Sudirman, Kejuaraan Beregu Bergengsi Dunia yang Diinisiasi oleh Indonesia

Piala ini terbuat dari perak padat berlapis emas 22 karat, berdiri setinggi 80 cm, beralas kayu jati terbaik yang berbentuk segi delapan. Segi delapan melambangkan delapan arah mata angin. Badan cangkirnya berbentuk seperti shuttlecock sebagai tanda cabang olahraga bulutangkis. Sedangkan tutupnya dirancang berbentuk replika Candi Borobudur Indonesia yang terkenal di dunia.

Kemudian gagangnya berbentuk seperti benang sari, melambangkan benih bulutangkis. Terdapat juga ornamen daun sirih sebagai tanda selamat datang. Kemudian di bagian bawah terdapat tulisan "Presented to the International Badminton Federation by Badminton Association of Indonesia. Jakarta, May 1989" sebagai bukti bahwa piala ini berasal dari PBSI. Alas pada piala juga digunakan untuk mengukir negara-negara yang memenangkan Piala Sudirman pada tiap penyelenggaraannya.

Trofi tersebut dibuat oleh Perusahaan Masterix Bandung dengan biaya USD15.000 saat diserahkan kepada Federasi Bulutangkis Internasional pada Mei 1989. (NAF)