Diluar Arena
Home > Berita > DILUAR ARENA > Pojok DIOPSS 2012
14 Juni 2012
Pojok DIOPSS 2012
 
 

Warna Warni di lapangan Hijau

Jika kita membuka kembali lembaran sejarah bulutangkis di tahun 2000an, maka yang akan terlihat jelas di tengah lapangan hijau adalah warna putih yang dominan. Para pemain bulutangkis dari negara manapun akan mengenakan T Shirt atau celana pendek dengan warna dasar putih yang begitu mendominasi. Kini, kita akan semakin banyak melihat para pemain bulutangkis mengenakan pakaian olah raga dengan berbagai corak dan warna. Yu Yang/wang Xiaoli pada babak pertama mengenakan kaos dengan warna oranye pastel yang menyala. Lee Yong Dae/Jung Jae Sung mengenakan seragam warna biru.
Sementara para pemain Indonesia tetap setia dengan warna merah sebagai warna pakaianya. Saina Nehwal tanpa ragu memakai kaos dengan warna hitam. Warna warni di lapangan hijau membuat Bulutangkis terlihat semakin modis dan menarik.

K O



Entah kenapa para penonton Indonesia jika melihat pemain Indonesia bertanding melawan Malaysia pasti akan memberikan tekanan mental kepada para pemain Malaysia. Entah sekedar teriakan atau cemoohan seolah tak henti menggema. Hal ini juga terjadi ketika ganda campuran Malaysia M. Abdul Latif/ Amelia Anscelly bertanding melawan Irfan Fadilah/Weni Anggraeni. Saat pemain Malaysia M. Abdul Latif terjatuh dan belum bisa bangkit karena cedera, kontan penonton Indonesia bersorak. Uniknya teriakan penonton kali ini bukan mencemooh, tetapi secara serempak para penonton menghitung layaknya wasit tinju menghitung petinju yang terjatuh. Setelah mencapai angka sepuluh pemain Malaysia belum bangkit, secara serempak penonton langsung mencemoohnya. Sementara itu M. Abdul latif hanya tersenyum melihat aksi para penonton.

Perang Pelatih



Sukses seorang pemain bulutangkis tidak terlepas dari peran pelatih. Pelatih kini bisa mendampingi pemain, memberikan masukan serta pengarahannya kepada pemainya dari sisi lapangan secara langsung. Saat ganda putra asal PB Djarum Rendra Wijaya/Rian Sukmawan melawan ganda Philipina Philip Joper Escueta/M Peter Gabriel, Sigit Budiarto sering memberikan masukan kepada pasangan Indonesia. Di sisi seberang, hal yang sama juga dilakukan oleh pelatih Philipina. Selidik demi selidik ternyata yang mendampingi ganda putra Philipina tak lain adalah Rexy Mainaky beserta Minarti Timur. Perang pelatih pun terjadi di lapangan. Masing-masing pelatih memberikan instruksi kepada anak didiknya agar bisa mengalahkan lawannya.  Kali ini Sigit Budiarto lebih unggul dari Rexy Mainaky. Ganda duo R “Rendra Wijaya/Rian Sukmawan” mampu mengalahkan ganda Philipina yang di babak kualifikasi mengalahkan dua ganda Indonesia lainnya.