Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Mimpi Yang Menjadi Kenyataan
06 Juli 2020
Mimpi Yang Menjadi Kenyataan
 
 

Nama Widya Amelia begitu familiar bagi kalangan pecinta bulu tangkis tanah air. Wajahnya selalu wara wiri di Istora Senayan, mengejar atlet berburu berita. Profesi Widya sebagai wartawati memang menuntutnya harus bisa bergerak cepat agar berita yang dibuat selalu up to date.

Tapi siapa sangka jika ia dulunya  tidak pernah membayangkan sama sekali bisa menjadi seorang pewarta berita. Ia hanya sangat tertarik atau lebih tepatnya tergila-gila pada dunia bulu tangkis. Ia pun menuturkan jika sebelum menjadi wartawati PBSI, pernah bekerja pada sebuah perusahaan besar di kawasan Sudirman. Baginya, saat kejuaraan bulu tangkis besar seperti Indonesia Open, menjadi waktu gelisahnya di tempat kerja. Ia bahkan harus rela membagi dua monitor yang ia gunakan sebagai alat bantu kerja, salah satunya dipakai untuk mengintip hasil kejuaraan melalui laman tournamentsoftware.

Dulu waktu kerja suka ngumpet liatin live score,” ujarnya.

Saking ingin datang menyaksikan para jagoan bulu tangkis bertanding di Istora Senayan, ia juga pernah mengorbankan waktu kerjanya. Sampai akhirnya ia pun terpaksa mengaku kepada atasannya, jika ia ingin ke Istora menyaksikan pertandingan bulu tangkis secara langsung. Bagaikan mendapat durian runtuh, ia malah mendapat izin untuk pulang lebih awal.

Kamu nonton aja ga apa-apa. Pulang aja lebih cepat,” ujarnya.

Sampai suatu hari ada temannya yang memberi tahu jika ada pembukaan lamaran  kerja di PBSI.

“Saya coba ikutan, trus seleksi, wawancara, trus akhirnya diterima,” tuturnya.

Baginya kerja di lingkungan pelatnas serasa mimpi menjadi kenyataan. Impiannya untuk bisa bekerja di dunia bulu tangkis akhirnya tewujud.

Hari pertama masuk kerja menginjak kaki di Pelatnas kaya dream come true banget,” katanya.

Mimpinya yang lain pun untuk waktu yang tidak berselang lama kembali terjadi. Sama sekali tidak pernah terlintas jika ibu seorang putri ini diberi kepercayaan untuk meliput kejuaraan bulutangkis yang diselenggarakan di luar negeri.

Pertama kali dipanggil untuk briefing untuk liputan internasional, kaget banget. Karena saya ga mengira bakal ngeliput ke luar negeri. Harapan awal masuk ke PBSI itu bener-benar kerja di Pelatnas bareng atlet-atlet itu. Ga pernah mikir bakal liputan ke luar negeri,“ sambungnya. Apalagi ia sempat diutus PBSI melakukan liputan ke kejuaraan paling bergengsi seperti All England.

Liputan All England beda banget. Menginjakkan kaki di stadion Birmingham auranya beda. Apalagi saya sempat baca sejarah kejuaraan All England,”ungkapnya.

Apa yang telah dijalani oleh Widya memang seperti mimpi yang menjadi nyata. Dari sekedar seorang fans berat bulu tangkis, Widya mampu mewujudkan impiannya menjalani profesi sesuai dengan passion-nya. (AR)