Diluar Arena
Home > Berita > DILUAR ARENA > Pelajaran Berharga Menuju AJC
14 Juni 2012
Pelajaran Berharga Menuju AJC
 
 

Pasangan ganda putra Edi Subaktiar/Arya Maulana Adiartama dapatkan pelajaran berharga usai berlaga di babak pertama Djarum Indonesia Open 2012. Keduanya  bertemu pasangan China, Chai Biao/Guo Zhendong, runner up Djarum Indonesia Open 2011.

“Kita main dengan nothing to lose aja tadi. Tetap percaya diri, karena sebelumnya juga sudah bertemu dengan pasangan China,” kata Edi.

Edi/Arya bermain dalam dua game dengan angka 16-21 dan 19-21. Pada game pertama, Edi/Arya sempat memimpin dengan 11-9. Namun kemudian keduanya disusul dengan 12 sama, dan terus diungguli dengan 16-21 oleh Chai/Guo.

Dua angka pertama juga berhasil dicuri oleh Edi/Arya pada game keduanya. Edi/Arya juga tampil lebih agresif dengan memberikan serangan bertubi-tubi. Meski begitu, kematangan atlet China di lapangan tak bisa diabaikan begitu saja. Kedua pasangan tersebut terus saling menyusul dengan ketat hingga angka 21-19 untuk Chai/Guo.

 “Mereka berdua masih muda, jadi mungkin kurang pengalaman. Tapi sebenarnya permainan mereka bagus,” ujar Chai Biao ketika mintai tanggapan mengenai pasangan binaan PB Djarum ini.

Meski mengalami kekalahan, keduanya justru banyak mendapatkan pola permainan atlet dari negeri tirai bambu, China. Ini dijadikan Edi/Arya sebagai modal utama menuju Asian Junior Championships mendatang.

Hal ini dibenarkan oleh sang pelatih, Sigit Budiarto. “Ini modal bagus untuk Edi dan Arya menuju AJC, mereka dapat lawan sparing yang bagus dan semoga bisa membuat keduanya lebih percaya diri dalam berlaga,” kata Sigit.

Permainan Edi/Arya juga diakui Sigit mengalami banyak peningkatan. Poin-poin yang mereka peroleh didapatkan dari serangan yang mereka lancarkan.

“Hanya saja mereka belum bisa memaksimalkan kesempatan di saat-saat bagus untuk memperoleh poin. Kita bisa lihat tadi, ketika menyerang mereka bagus, tadi ketika memperoleh serangan, Edi dan Arya belum memiliki kontrol yang kuat,” kata Sigit lagi.

“Paling tidak ini menunjukkan bahwa  mereka berdua tidak kalah begitu saja, tetapi tetap melakukan perlawanan,” tambahnya. (NM)