
Tahun 2011, Respati Banu Aji datang ke kudus untuk mengikuti audisi umum PB Djarum. Kala itu ia berhasil mengalahkan ratusan peserta untuk terus lolos tahap demi tahap, sampai kepada masa karantina. Tetapi sayang, Banu harus pulang ke kota asalnya di Tangerang karena dinyatakan gagal memenuhi kualifikasi pada masa karantina.
Hal itulah yang kemudian memacu atlet kelahiran 21 Januari 2000 ini untuk kembali datang ke Kudus sebagai salah satu warrior of badminton di 2012. Banu mengakui diantara kedua orang tuanya dari Tangerang, melalui jalur darat Banu melengkapi dirinya untuk berlaga di GOR Jati.
"Saya sudah mempersiapkan untuk ikut audisi ini dari beberapa minggu yang lalu, saya penasaran, saya sangat ingin sekali masuk PB Djarum, fasilitasnya megah, semuanya terjamin," ujarnya.
Banu pun mengevaluasi kegagalannya tahun lalu. "Mungkin tahun lalu saya gagal karantina karena saya kurang pengalaman, saat di karantina saya tidak pernah juara, kali ini saya harus lebih baik," lanjutnya mantap.
Banu mengakui dirinya sudah mencintai bulutangkis sejak kecil, sejak sang ayah, Okki Sasongko mengenalkannya dengan bulutangkis. "Cita-cita saya memang ingin jadi bulutangkis, saya ingin mengikuti jejak idola saya yang juga asalnya dari sini," ceritanya.
Banu mengakui ia mengagumi sosok Dionysius Hayom Rumbaka setelah ia melihat langsung permainan Hayom sebelum ia masuk ke Pelatnas.
Banu bercerita bahwa menjelang audisi ini, ia melakukan latihan dengan porsi yang lebih banyak. "Biasanya hanya dua kali, kemarin sebelum kesini saya latihan bisa tiga kali sehari," ujar Banu Aji yang memang sudah memiliki banyak prestasi.
Sejauh ini, Banu pun memang teruji. Ia berhasil lolos ke tahap keempat bersama dengan 76 atlet putra lainnya dan 33 atlet putri yang akan diuji kemampuan fisiknya pada pagi ini (8/7).
(IR)