Diluar Arena
Home > Berita > DILUAR ARENA > Pemain Ganda Campuran Alami Perombakan Pasangan
01 Februari 2014
Pemain Ganda Campuran Alami Perombakan Pasangan
 
 

Beberapa pemain ganda campuran PB Djarum di Pelatnas mengalami perombakan pasangan. Ini terlihat dari rilis pemain yang didaftarkan PBSI ke beberapa turnamen pada bulan Februari hingga Maret mendatang.

Lukhi Apri Nugroho, pemain PB Djarum yang merupakan juara ganda campuran Asia Junior tahun 2011, kini mendapat pasangan baru Shela Devi Aulia. Pasangan Lukhi/Shela telah didaftarkan untuk bertanding di turnamen China International Challenge yang akan berlangsung tanggal 11 hingga 16 Februari 2014 mendatang di seperti yang dilansir media sosial resmi PBSI. Sebelumnya Lukhi berpasangan dengan rekan seklubnya Annisa Saufika. Prestasi terbaik tahun lalu, Lukhi ketika bersama Annisa menjadi juara Osaka International Challenge 2013 dan saat ini menempati peringkat 32 dunia.

Annisa sendiri mendapat pasangan baru Alfian Eko Prasetyo. Alfian/Annisa telah didaftarkan ke turnamen Austria International Challenge yang berlangsung tanggal 19-22 Februari 2014 di Vienna, Austria dan turnamen German Open Grand Prix Gold yang berlangsung tanggal 25 Februari hingga 2 Maret 2014 di Mulheim an der Ruhr, Jerman. Sebelum berduet dengan Annisa, Alfian kerap berganti pasangan di sejumlah turnamen tahun lalu. Alfian sempat dicoba berpasangan dengan Weni Anggraeni, Sri Wulansari dan pemain senior Shendy Puspas Irawati. Prestasi terbaiknya tahun lalu adalah juara Malaysia International Challenge 2013 berpasangan dengan Shendy dan saat ini menempati peringkat 103 dunia.


Sementara Edi Subaktiar tetap dipertahankan bersama Gloria Emmanuelle Widjaya. Pasangan Edi/Gloria akan mengikuti turnamen Austria International Challenge 2014 dan German Open Grand Prix Gold 2014 bersama Alfian/Annisa. Peringkat Edi/Gloria saat ini cukup baik yakni bertengger di urutan 39 dunia. “Semoga turnamen di Austria dan Jerman menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk saya,” tutur Edi. Di dua kejuaraan tersebut Edi berharap agar bisa berprestasi baik dan bahkan bisa menjadi juara. “Saya ingin memulai tradisi juara yang selama setahun kemarin belum saya dapat. Sudah ingin sekali bisa menjadi juara,” pungkasnya

Uniknya para pemain ganda campuran tersebut juga akan coba bermain di nomor ganda putra dan putri. Edi akan berpasangan dengan Alfian, sementara Annisa berduet dengan Gloria saat di Austria dan Jerman nanti. “Kak Nova (Nova Widianto- red) bilang saya dimainkan di ganda putra untuk menambah speed. Karena ganda putra tempo permainannya cepat, jadi bisa bantu saya soal speed,” ungkap Edi. Namun sayang kepastiannya bermain di ganda putra dan putri tersebut baru untuk turnamen Austria International Challenge. Sedangkan untuk turnamen German Open Grand Prix Gold, mereka masih masuk dalam daftar tunggu sesuai M&Q Report yang di rilis BWF hari kamis, 30 Januari 2014 lalu.

Dengan siapa pun berpasangan baik dengan rekan lama ataupun baru, semoga pemain-pemain Indonesia ini mampu meraih prestasi yang terbaik.