Sirkuit Nasional
Home > Berita > Olimpiade Rio > [Olimpiade Rio 2016] Putri China Terpuruk
23 Agustus 2016
[Olimpiade Rio 2016] Putri China Terpuruk
 
 

Bisa dikatakan jika Olimpiade Rio 2016 merupakan ajang paling terburuk bagi tim China selama pelaksanaan Olimpik. China yang menyapu bersih medali emas di Olimpiade London 2012, kali ini harus puas hanya dengan dua medali emas. Di bagian putri, bahkan China tak lagi bisa kebagian medali, untuk perunggupun tidak.

China seperti melakukan blunder di ganda putri. China sebenarnya sudah punya Yu Yang/Tang Yuanting dan Tian Qing/Zhao Yunlei di ganda putri yang sudah pasti lolos ke olimpiade Rio 2016.  Sementara Luo Ying/Luo Yu tak bisa ikut meski berada di peringkat 7 dunia. Aturan badan bulutangkis dunia mengisyaratkan hanya dua ganda saja untuk satu negara yang bisa masuk dalam drawing olimpik selama berada dalam peringkat delapan besar dunia.

Namun dengan alih-alih Zhao Yunlei berkonsentrasi di ganda campuran, maka tempat Tiang Qing/Zhao Yunlei di berikan rekannya Luo Yu/Luo Ying. Tapi apa lacur. Si kembar Luo hanya bisa menempati peringkat tiga di grup B, kalah bersaing dengan pasangan Korea Selatan Kyung Eun Jung/Shin Seung Chan dan ganda putri Denmark Christinna Pedersen/Kamilla Rhytter Juhl.

Harapan mendulang medali emas dari Yu Yang/Tang Yuanting pun kandas. Usai mengalahkan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari di babak perempat final, langkah ganda putri terbaik China saat inipun terhenti. Adalah pasangan Denmark  Christinna Pedersen/Kamilla Rhytter Juhl yang mengalahkannya di babak semifinal dengan ruber game 21-16, 14-21, 21-19. Pada perebutan medali perunggu, Yu Yang/Tang Yuanting malah terdepak kalah dari ganda Korea Selatan. Medali perunggu pun terbang ke negeri Ginseng, Korea Selatan.

Di nomor tunggal, dua jagoan China juga terjerembab. China yang datang dengan dua andalannya Li Xuerui dan Wang Yihan, peraih medali emas dan perak di Olimpiade London 2012 tak berkutik dan tak bisa meraih medali. Petaka China mulai terjadi di babak perempat final. Wang Yihan di luar dugaan di kalahkan Shindu PV dari India hanya dalam dua game saja. Yang lebih tragis, Li Xuerui justru mendapat cidera di babak semifinal saat menghadapi Carolina Marin. Li pun harus mundur akibat cideranya saat perebutan medali perunggu. Ia memberikan kemenangan tanpa tanding sekaligus medali perunggu untuk lawannya Nozomi Okuhara dari Jepang.