
Tak hanya datang dari Surabaya, peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016 di GOR Sudirman ini datang pula dari provinsi lain. Salah satu diantaranya adalah Nyoman Dira Ayu Pramesti. Siswi kelas satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Mengwi, Badung ini datang dari Bali khusus untuk ikut bersaing agar bisa menjadi atlet PB Djarum.
Dira datang ke Surabaya bersama sang ayah, Ketut Wirya. Putri ketiga dari empat bersaudara pasangan Ketut Wirya dan Ketut Sriwidyani ini mengaku terinspirasi atlet PB Djarum, Liliyana Natsir. “Saya dikenalkan bulutangkis oleh ayah, dan saya terinspirasi oleh Liliyana Natsir. Saya suka melihat cara bermainnya,” ujar Dira.
Atlet asal PB Poker, Krobokan, Badung ini mulai mencitai bulutangkis sejak empat tahun lalu. Ia pun berhasil menjadi runner up di PORSENI Badung. “Ingin menjadi atlet memang keingingan saya sendiri, ditambah lagi dulu kakak saya juga bermain bulutangkis. Liat kakak juara jadi ingin, tapi sekarang kakak sudah kuliah,” tambahnya.
Dira terlihat sempat menangis usai proses screening yang ia lakoni pada Sabtu (23/4) siang. Ia mengaku memang kurang puas dengan penampilannya pada saat screening. “Tadi saya bermain jelek, makanya saya menangis. Saat diumumkan kalau saya lolos tahap screening, saya kaget tetapi sekaligus senang,” sambungnya.
Lolos dari tahapan screening, Dira pun mengaku sudah siap menyongsong tahap selanjutnya, turnamen. “Untuk Audisi Umum saya melakukan persiapan seperti biasanya, latihan teknik, fisik, tetapi juga ada latihan tambahan sama papa. Saya sudah siap untuk tahap turnamen,” pungkasnya.
Atlet asal Bali ini akan memperebutkan dua Super Tiket, ia harus bersaing bersama 25 atlet putri U15 lainnya yang juga sama-sama berhasil melalui tahap screening. Sementara untuk atlet U13 putri sebanyak 40 putri akan bersaing untuk memerebutkan dua Super Tiket. (RI)
