Wawancara
Home > Berita > AUDISI UMUM > [Audisi Umum PB Djarum 2026] Pertaruhan Terakhir Zio Pranata
10 Juli 2026
[Audisi Umum PB Djarum 2026] Pertaruhan Terakhir Zio Pranata
 
 

Kegagalan pahit di tahap screening pada Audisi Umum PB Djarum tahun lalu di Kudus tak menyurutkan langkah Filipo Costa Zio Pranata. Sadar bahwa ini adalah batas usianya untuk bisa mengikuti audisi, atlet muda asal Medan ini menjadikan panggung tahun ini sebagai pertarungan hidup mati demi meraih Super Tiket masuk ke klub bulutangkis prestisius, PB Djarum. Perjuangannya tak sia-sia, Zio kini sukses menembus babak perempat final.

Zio, peserta dengan nomor dada 0221, adalah potret pejuang sejati. Berasal dari klub PB King Sport Medan, ia menempuh perjalanan jauh ke lokasi audisi hanya berdua bersama sang pelatih. Sebagai satu-satunya wakil dari klubnya, motivasi Zio berlipat ganda.

"Harus bisa masuk. Soalnya udah terakhir juga," tegas Zio menceritakan target mutlaknya di audisi kali ini.

Bukan hal mudah bagi Zio untuk bisa sampai ke titik ini. Kunci keberhasilannya menembus perempat final ternyata terletak pada transformasi mental dan kedewasaannya di atas lapangan. Ia banyak belajar dari kesalahan fatalnya di audisi tahun lalu.

"Karena tahun lalu mainnya itu nggak sabaran, ingin cepat-cepat matiin aja. Tahun ini mainnya lebih sabar," ungkap remaja yang mengidolakan Jonatan Christie tersebut.

Langkah Zio menuju babak krusial ini tentu menemui banyak ujian. Dorongan semangat dari orang tua yang memintanya untuk terus mencoba lagi meski pernah gagal, menjadi bahan bakar utamanya. Di atas karpet hijau, ia harus melewati laga-laga berat, salah satunya saat harus menumbangkan peserta tangguh asal Padang Sidempuan.

Selain lawan di seberang net, tantangan terbesar Zio justru datang dari pinggir lapangan. Disaksikan dan dinilai langsung oleh para legenda bulu tangkis yang bertindak sebagai tim pencari bakat, Zio tak menampik dirinya sempat terserang demam panggung.

"Ada (rasa deg-degan). Cara mengatasinya ya fokus sama mainnya aja," ceritanya.

Menghadapi babak penentuan di perempat final, Zio sudah menyiapkan strategi matang. Terinspirasi dari sang idola, Jonatan Christie, yang ia kagumi karena kekuatan fisik dan kecepatannya, Zio tahu persis apa yang harus dilakukan di laga esok hari.

"Tetap mainnya sabar aja sih, sama kakinya dicepetin lagi aja," pungkas Zio mantap.

Bagi Zio, babak perempat final ini bukan sekadar pencapaian, melainkan pembuktian bahwa perjuangan, pengorbanan merantau berdua dengan pelatih, dan kesabaran di atas lapangan adalah kunci untuk menjemput impian terakhirnya. (NFA)