
Hari Sabtu (9/4) Normaji M Ramdani hampir tidak diizinkan bermain untuk mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016. Hal ini terjadi karena keteledorannya yang tak membawa nomor punggung. 0057, begitu nomor yang seharusnya selalu ia kenakan untuk mengikuti rangkaian Audisi Umum.
Tetapi, panitia pun membantu Normaji agar ia tetap diizinkan bermain. Nomor punggung darurat pun akhirnya dikenakan Normaji. Atlet AHN Academy Kabupaten Paser Kalimantan Timur ini sukses meraih super tiket setelah tak ada satupun lawan yang mampu menjegalnya. Di partai terakhir, Normaji sukses menang tipis 22-20 dan 21-19 atas Michael Hardianto, wakil Makassar.
Ini kali kedua Normaji ikut di Audisi Umum, tahun lalu ia bertarung di Audisi Umum Balikpapan. Ia tersandung di babak delapan besar dan gagal meraih super tiket. Hal ini seakan menjadi motivasinya untuk lebih mempersiapkan diri menyambut Audisi Umum. “Persiapan untuk Audisi kali ini kurang lebih empat bulan. Pelatih memberikan program tambahan, kadang saya pun melakukan tambahan sendiri,” ceritanya.
Bisa dikatakan Normaji termasuk salah satu atlet yang cukup terlambat dalam menekuni bulutangkis. Ia baru belajar bulutangkis saat ia menginjak kelas enam sekolah dasar karena diajak sang kakak. Anak bungsu tiga bersaudara ini baru kemudian serius di bulutangkis setelah menjadi siswa kelas 1 SMP 4 Tanah Paser, Tanah Grogot, Paser.
“Mulai serius bermain bulutangkis setelah saya tinggal bersama pelatih saya. Saya memilih tinggal bersama pelatih karena orang tua saya memiliki kesibukan masing-masing,” ujar atlet kelahiran 2 Desember 2002 ini.
Normaji mengaku awalnya ia justru tidak menyukai bulutangkis. Tetapi dengan seiring berjalannya waktu, Normaji mengaku bahwa bulutangkis menjadi salah satu hal yang dicintainya. “Awalnya memang tidak suka, tetapi sekarang hati saya sudah di bulutangkis,” lanjutnya.
Usai mengikuti rangkaian Audisi Umum, Normaji bersama sang pelatih Surya Ardi langsung bertolak meninggalkan Makassar untuk kembali ke Paser, Kalimantan Timur. Ia pun menuturkan akan berdiskusi bersama pelatih untuk program latihan dan persiapan jelang grand final. Sampai jumpa di Kudus, Normaji! (RI)
