
Tim Uber Indonesia menyamakan skor kekudukan menjadi 1-1 dari tim Hong Kong. Di partai kedua, ganda putri Indonesia Anggia Shita Awanda/ Greysia Polii berhasil mencuri kemenangan dari pasangan Hong Kong Tse Ying Suet/Yuen Sin Ying dengan dua game langsung pada babak penyisihan grup C yang berlangsung di Kunshan Sport Center Stadium, China, Senin (16/5) siang waktu China.
Anggia/Greysia hanya butuh 13 menit untuk mencuri game pertama dari pasangan Hong Kong ini. Pasalnya, Anggia/Greysia langsung menekan pertahanan lawan dan mampu mengendalikan permainan. Pasangan Indonesia ini menang dengan skor cukup jauh, 21-10.
Memasuki game kedua, Anggia/Greysia mendapat perlawanan. Untuk mencuri satu pointnya tidak lah mudah bagi pasangan Indonesia ini. Malahan susul menyusul point pun tidak terelakan. Tetapi ketika masuk interval, 11-10. Anggia/Greysia langsung menekan pertahanan lawan.
Berkat kegigihan Anggia/Greysia, bola lawan dapat dihalaunya. Hasilnya sangat memuaskan, mereka langsung memipin perolehan point dan tepat di menit ke 33, Anggia/Greysia memenangkan pertarungan ini dengan skor di game kedua, 21-16.
“Kami merasa enjoy di lapangan, tidak memikirkan kalau tim Uber sedang ketinggalan. Kami mencoba untuk menikmati permainan dan berharap bisa menyumbang poin,” jelas Anggia seperti rilisan badmintonindonesia.org.
Greysia menanggapi kesannya bermain dengan Anggia. Menurutnya, bahwa mungkin ada kesulitan di pergerakan saja, secara komunikasi dan permainan sih tidak ada masalah, karena sebelumnya sudah pernah berpasangan.
"Tadi saya memberi masukan kepada Anggia, maklum anak muda, jiwanya mau buru-buru. Padahal kalau kita main lebih tenang dan berpikir jernih, pasti kita lebih enak lagi mainnya. Lebih ke mental, bukan arahan teknik. Saya selalu memberi masukan kepada adik-adik di tim, sebagai pemain ganda, kita mesti punya kualitas individu yg bagus supaya bisa dipasangkan dengan siapapun. Saya ingin membawa Anggi supaya ngerti dan dapet feel nya di pertandingan beregu ini beda pressure nya,” ungkap Greysia.
“Saya merasa tidak ada beban berpasangan dengan senior. Kalau lagi ketinggalan bisa lebih tenang lagi menghadapi lawan,” imbuh Anggia. (ds)
