
Pebulutangkis putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung menyumbangkan angka pertama bagi Indonesia. Bertemu dengan Prancis di pertandingan kedua pada putaran penyisihan Grup A, Indonesia memang mempercayakan posisi tunggal pertama kepada Gregoria. Pemain kelahiran Wonogori, 22 tahun ini membayar kepercayaan yang diberikan dengan kemenangan atas lawannya. Untuk sementara Indonesia memimpin 1-0 atas Prancis.
Perjuangan Gregoria di game pertama untuk mendapat angka kemenangan diperoleh dengan susah payah. Di luar dugaan pemain Prancis, Marie Batomene yang memiliki peringkat 60 dunia memberikan perlawanan yang baik. Sementara Gregoria seperti belum menemukan ritmenya sendiri. Perolehan angka Gregoria selalu ditempel ketat sejak shutlecock pertama bergulir. Angka pun sempat menyentuh sama 17-17. Untungnya Gregoria bisa mengambil game pertama terlebih dahulu dengan skor 21-18.
Di game kedua Gregoria mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya. Dalam waktu singkat Gregoria yang saat ini menduduki peringkat 21 dunia bisa mengambil posisi unggul pada internal dengan 11-6. Gregoria pun bisa mengakhiri pertandingan yang memakan waktu 34 menit dengan kedudukan, 21-13.
"Puji Tuhan saya bisa menyumbangkan angka pertama bagi Indonesia. Senang rasanya bisa menang dan semoga teman-teman makin bersemangat," ujar Gregoria kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
"Sebenarnya lawan tidak berbahaya, hanya saya sempat terbawa permainan mengandalkan power. Padahal dengan sedikit dibelok-belokan saja lawan sudah kesulitan," sambungnya.
Partai kedua masih memainkan sektor tunggal. Indonesia menurunkan pemain masa depannya, Putri Kusuma Wardani yang akan berhadapan dengan Leonice Huet. Putri punya bekal menang dari lawan yang bercokol pada peringkat 75 dunia. Pada kejuaraan Spain Master 2021, Putri menang straight game dari Leonice. (AR)
