
Bagi pasangan ganda putra para bulutangkis Indonesia, Dwiyoko (SL3) dan Fredy Setiawan (SL4), tampil di ASEAN Para Games 2022 yang saat ini tengah berlangsung di Edutorium UMS Surakarta/Solo, Jawa Tengah, adalah yang ketiga kalinya.
Sebelumnya mereka tampil di event yang sama pada tahun 2011 yang berlangsung di Jakarta, kemudian 2015 di Malaysia, dan 2017 di Singapura. Namun, dari tiga turnamen multi event disabilitas se-Asia Tenggara yang sudah mereka lalu itu, seluruhnya hanya mendapat medali perak.
Pada keikutsertaannya yang keempat kali ini, Dwiyoko/Fredy berharap bisa ‘pecahkan telur’ dengan meraih medali emas untuk pertama kalinya.
“Kami dipasangkan sudah sejak sejak tahun 2011. Melihat persaingan di ganda putra pada ASEAN Para Games kali ini menurut kami masih teman sendiri (Ukun Rukaendi/Harry Susanto) yang berat. Harapannya bisa terjadi all Indonesia final,” kata Dwiyoko.
“Optimis sih harus, karena pernah menang juga sama mereka yang memang juara bertahan di ASEAN Games. Jadi peluangnya tetap ada. Sejauh ini sih rekor pertemuan 3-1 untuk keunggulan mereka,” ungkap Fredy.
Pada ajang kali ini pasangan yang diunggulkan di posisi pertama ini mengaku fokus satu persatu. Meski menjadi unggulan teratas, keduanya tidak terlalu memikirkan hal tersebut.
“Menjadi unggulan pertama pasti ada beban. Tetapi biasanya kita fokus satu-satu saja, soalnya kalau mikirin hal lain malah pecah konsentrasinya,” jelas Dwiyoko.
Sementara itu, selama dipasangkan, pencapaian terbaik yang didapat oleh Fredy/Dwiyoko yaitu meraih medali emas Asian Para Games 2018 di Jakarta.
“Paling berkesan di Asian Para Games 2018 karena kami bisa menyumbangkan emas untuk Indonesia. Malah justru ASEAN Games kami selalu dapat perak. Semoga tahun ini pecah telor,” jelas Dwiyoko. (AH)
