
Pebulutangkis tunggal putri Jepang, Sayaka Sato akhirnya berhasil menjadi kampiun di BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017. Berhadapan dengan Sung Ji Hyun di laga final pada Minggu (18/6), Sayakan sukses menang dalam drama tiga game.
Menghadapi unggulan kelima itu, Sayaka berhasil menang dengan 21-13. Dia pun sempat mendominasi laga game kedua. Ia kerap memimpin di game kedua, sayang raihan angkanya terhenti diangka ke 17, dan game pun dilanjutkan ke game ketiga.
Di game penentu ini, Sayaka yang sempat mendapat cedera di Olimpiade London 2012 ini akhirnya berhasil mendominasi perolehan angka dan menutup pertandingan dengan 21-14 dalam tempo 78 menit.
“Di setiap pertandingan memang sulit, di setiap pertandingan pasti ada kesempatan untuk menang ataupun kalah, tetapi saya akhirnya bisa menang. Di game kedua, lawan memperlihatkan wajah yang tegang dan dia berhasil mempercepat tempo permainan,” ujar Sayaka usai laga.
Baca juga: [BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017) Tangan Dingin Pelatih Indonesia Antar Srikanth Juara
“Saya juga memang merasakan kelelahan, tetapi lawan juga merasakan hal yang sama. Tetapi pelatih memberikan semangat, hingga saya bisa bertahan sampai akhir,” tambahnya.
Di sisi lain, Sung pun menuturkan bahwa staminanya memang menurun di game penentu. “Sangat disayangkan sudah di final tetapi stamina saya menurun di akhir pertandingan, dari segi tenaga dan stamina, Sayaka lebih kuat. Dia juga punya serangan dan kecepatan yang bagus, di game kedua itu saya bisa menang karena memang saya mencoba untuk mengejar kecepatannya dia,” ujar Sung.
Kemenangan Sayaka di Plenary Hall Jakarta Convention Center ini seakan membayar kegagalannya tujuh tahun lalu. Kala itu, ia pun berhasil melangkah ke final, sayang di partai puncak ia harus mengakui keunggulan Saina Nehwal dari India. Ia pun mengaku bahwa gelar kali ini seakan menjadi motivasi baginya untuk bisa bangkit dan terus mengukir prestasi.
“Untuk kali ini saya berusaha untuk bisa meyakinkan diri saya sendiri bahwa kali ini saya bisa, dan tidak mengulang kegagalan di tujuh tahun lalu,” ujar Sayaka.
“Selama dua tahun saya tidak bisa bermain dengan baik dan tidak pernah bisa juara, tetapi kali ini saya akhirnya bisa juara. Dan saya senang bisa meraih gelar di sini. Kemenangan kali ini menambah kepercayaan diri saya untuk turnamen berikutnya,” pungkas Sato.
Gelar ini menjadi gelar pertama Sayaka setelah terakhir ia berhasil menjadi juara di tahun 2015 silam. Ia terakhir berhasil menjadi juara di Mexico Grand Prix tahun 2015 lalu. Kala itu ia berhasil mengalahkan wakil Korea lainnya, Bae Yeon Ju dengan 21-15 dan 21-9.(RI)
Baca juga: [BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017] Uang Hadiah Chen/Jia, Untuk Apa Ya?
