
Indonesia memastikan menempatkan satu pasang ganda putra pada babak semifinal kejuaraan Yonex Australian Open Grand Prix Gold 2012. Kepastian ini di dapat setelah dua pasang ganda putra Indonesia akan saling berhadapan di babak perempat final. Indonesia masih memiliki kesempatan untuk menambah jatah satu pasangan ganda putra lainnya.
Dari ketiga pasang ganda Indonesia, hanya Markis Kido/Hendra Setiawan yang harus berjibaku dengan rubber game. Dua pasang ganda lainnya menang dengan dua game. Markis Kido/Hendra Setiawan yang bertanding paling terakhir bertemu pasangan dari Thailand Patipat Chalardchaleam/Nipitphon Puangpuapech. Sadar jika unggulan ke enam asal Indonesia ini memiliki daya serang yang tinggi, pasangan Thailand lebih sering memainkan bola di depan jaring, terutama pada game pertama. Dengan pola seperti ini pasangan Thailand menang dengan 23-21.
Di game kedua, pasangan Indonesia tidak lagi mudah terpancing oleh pola yang dimainkan lawan. Bertubi-tubi serangan di lepaskan oleh juara Asian Games ini membuahkan hasil kemenangan dengan 21-15.
Pada game penentuan, pasangan Thailand dalam keadaan terdesak. Mereka yang tadinya bisa bermain bagus di depan net mulai bisa di antisipasi oleh pasangan Indonesia. Tak sekalipun pasangan Thailand bisa menyamakan kedudukan. Game ketiga pun pasangan Indonesia menang dengan 21-12.
Unggulan keempat Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan juga memperoleh tiket ke babak perempat final. Hanya dalam dua game pasangan Indonesia menang dari Hung Ling Chen/Yu Lang Lin asal China Taipei dengan 21-14, 21-9.
Angga Pratama/Ryan Agung Saputra juga berhasil menerobos babak delapan besar. Menghadapi pasangan Malaysia M. Zakry Abdul Latif/M. Fairuzizuan yang sempat menjuarai Djarum Indonesia Open Super Series 2010 lalu, unggulan ke delapan ini menang dengan 21-12, 21-16.
Di babak perempat final dua pasang ganda putra Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan dan Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan akan saling berhadap-hadapan untuk memperebutkan tiket babak semifinal. Satu tempat lainnya di pool bawah akan di perebutkan antara Angga Pratama/Ryan Agung Saputra dengan unggulan ke dua Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata dari Jepang.
“Meski lawan lebih unggul, kami akan fight terus. Pada pertemuan terakhir di Swiss Open, kami sudah masuk dalam tekanan permainan cepat mereka, kali ini kami akan mencoba lebih dulu menekan” ujar Angga mengomentari lawan yang akan di hadapi.
Dua Ganda Putri Masuk Delapan Besar

Indonesia masih mempunyai peluang untuk menorehkan prestasi terbaik melalui ganda putri. Dua pasang ganda putri Indonesia berhasil menempatkan diri di babak perempatfinal pada kejuaraan Yonex Australian Open Grand Prix Gold 2012.
Vita Marissa/Nadya Melati di babak kedua masih terlalu tangguh bagi pasangan dari Australia Elena Yee Man Kwok/Susan Wang. Bagi finalis Djarum Indonesia Open Super Series 2011 lalu menghadapi pasangan dari Australia masih menjadi ajang pemanasan. Vita/Nadya menang dua game langsung dengan 21-10, 21-3.
Hal yang sama juga di lakukan Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari. Juara Vietnam Open Grand Prix 2011 juga belum menemui lawan berarti. Kemenangan mudah dari pasangan Australia Jacqueline Guan/Gronya Somerville dengan 21-14, 21-11 cukup untuk menghantar mereka ke babak perempat final.
Sayangnya, dua pasang ganda putri Indonesia lainnya harus terhenti di babak kedua. Meiliana Jauhari/Greysia Polii belum berhasil membalas kekalahan mereka dari juara Indonesia Open Grand Prix Gold 2010 Luo Ying/Luo Yu dari China. Menang di game pertama dengan 21-15, pasangan Indonesia belum bisa mempertahankan kemenangan di dua game tersisa. Pasangan Indonesia kalah dengan 15-21, 20-22. “Mereka terlalu terburu-buru ingin menyelesaikan permainan, awalnya pola permainan sudah benar tetapi akhirnya ikut irama lawan yang makin percaya diri. Akurasi pukulan lawan juga lebih baik,” ujar Aryono Miranat, pelatih ganda putri beralasan.
Pasangan muda Indonesia Suci Rizky Andini/Della Destiara Haris hampir saja membuat kejutan saat menghadapi pasangan dari Malaysia Chin Eei Hui/Wong Pei Tty. Sempat mencuri game pertama dengan 21-19, pasangan Indonesia menyerah di game kedua dengan 13-21. Di game ketiga perjalanan angka beriringan rapat. Pasangan muda Indonesia yang di luar dugaan mampu memberikan perlawanan sengit akhirnya harus merelakan kemenangan jatuh ke tangan Malaysia setelah kalah dengan 19-21.
Tugas berat menanti dua pasang ganda putri Indonesia yang berada di babak delapan besar. Pasangan Vita Marissa/Nadya Melati harus menghadapi unggulan utama Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna dari Jepang. Sementara itu Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari akan bertemu pasangan kembar asal China Luo Ying/Luo Yu. (AR)
