Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Asian Junior Championships 2014] Bambang Suprianto: Ada Sedikit Harapan
21 Februari 2014
[Asian Junior Championships 2014] Bambang Suprianto: Ada Sedikit Harapan
 
 

Sumber: badmintonindonesia.org

Langkah tunggal putri, Ruselli Hartawan dan Gregoria Mariska terhenti di turnamen perorangan Asia Junior Championships 2014. Ruselli tunduk dari pemain unggulan ke empat asal Jepang, Akane Yamaguchi di babak dua. Sedangkan Gregoria kalah dari pemain unggulan ke dua asal Thailand, Busanan Ongbumrungpan di babak ketiga pada pertandingan yang berlangsung di Taipei Gymnasium, Taipei.

“Melihat hasil ini, setidaknya ada sedikit harapan. Kalau menilai penampilan mereka kemarin, rasanya berat ya. Hari ini ada kemajuan. Ada beberapa serobotan Gregoria yang bisa mematikan bola-bola dari Busanan, tetapi saat dia dapat pengembalian yang enak malah belum bisa dimanfaatkan dengan baik,” ungkap Bambang Suprianto, pelatih tunggal putri seperti dilansir badmintonindonesia.org.

Bambang menambahkan bahwa tetap saja pekerjaan rumah di tunggal putri masih banyak. Kemampuan para pemain juga masih belum komplit. Namun hasil hari ini merupakan modal  mereka untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya. Dari sini juga bisa dinilai apa saja yang perlu diperbaiki saat latihan nanti.

Walaupun kalah dari Akane Yamaguchi lewat permainan rubber game dengan skor akhir 14-21, 21-17, 14-21, Ruselli mengaku bahwa ia bermain lepas tanpa beban melawan Akane. Memang dari awal ingin bermain ketat ketika melawannya. Biar pun kalah setidaknya ada perlawanan.

“Sebelum ke AJC 2014, saya bermain dengan kak Linda dan hasilnya ramai, bisa rubber game. Jadi pada pertandingan tadi, saya ingat-ingat saja main lawan Kak Linda supaya saya bisa mengeluarkan kemampuan saya tanpa ada beban. Sayang di game ketiga saya agak blank dan membuat kesalahan sendiri.” tambah Ruselli.


Sementara itu, Gregoria juga tampil luar biasa. Unggulan kedua dari Thailand, Busanan Ongbumrungpan dipaksa bermain tiga game, dengan berdurasi waktu 65 menit. Skornya pun sangat ketat yaitu 19-21, 21-17, 22-20.

“Saya sangat menyesal sekali di poin-poin kritis tadi malah melakukan kesalahan sendiri. Seharusnya saya bisa mengalahkan Busanan. Tapi ini adalah pelajaran sekaligus bekal buat saya ke depannya. Saya masih harus latihan lebih keras lagi,”
sahut Gregoria.

Dengan hasil ini, Indonesia gagal mengirim wakil tunggal putrinya ke babak perempat final. Sebelumnya dua wakil tunggal putri, Fitriani dan Vehrenica Debora Rumate sudah terhenti di babak pertama. (DS)