
Penampilan menjanjikan Ihsan Maulana Mustofa terus berlanjut. Setelah sukses menjadi runner up di Thailand Open Grand Prix Gold 2015, Ihsan pun kini berhasil melaju ke semifinal Chinese Taipei Grand Prix 2015. Tiketnya ke empat besar itu berhasil ia raih setelah menghentikan rekannya di Pelatnas, Anthony Sinisuka Ginting.
Pertandingan yang digelar pada Jum'at (16/10) kemarin, Ihsan berhasil mendominasi pertandingan. Ia berhasil menang dalam dua game langsung 21-18 dan 21-18. “Pertandingan tadi lumayan ramai, tetapi saya tampil lebih sabar dari Anthony sehingga bisa menang. Saya bersyukur bisa ke semifinal, semoga saya bisa mencapai hasil yang maksimal di turnamen ini,” jelas Ihsan seperti dilansir oleh badmintonindonesia.org.
Di sisi lain, Anthony yang berhasil melaju ke perempat final BCA Indonesia Open Super Series Premier 2015 bulan Juni lalu, mengaku kurang puas dengan penampilannya di Taipei. “Saya merasa kurang puas dengan hasil di turnamen ini. Sebetulnya saya punya peluang ke babak semifinal. Namun saya kalah dari teman sendiri dimana kami sudah sama-sama tahu kelemahan masing-masing. Saya memang kurang sabar dan banyak pukulan-pukulan saya yang jatuhnya kurang pas,” ungkap Anthony, pemain asal klub SGS PLN Bandung.
Selain Ihsan, Indonesia berhasil meriah dua tiket semifinal lainnya. Simon Santoso terlebih dahulu berhasil memastikan diri ke semifinal. Simon berhasil menjegal unggulan 12, Lin Yu Hsien wakil tuan rumah dengan dua game langsung 21-12 dan 21-19. Langkah ini pun berhasil disusul oleh Sony Dwi Kuncoro. Pemain senior Indonesia itu masih terlalu tangguh bagi Kwang Hee Heo. Juara dunia junior 2013 itu dipaksa menyerah 20-22 dan 19-21 oleh Sony.
Di semifinal yang akan digelar hari ini (17/10). Simon dan Sony akan saling berjumpa. Dua tunggal putra yang pernah menjadi pilar tim merah putih ini akan saling beradu untuk mengamankan satu tempat di partai puncak. Sementara Ihsan akan ditantang oleh wakil tuan rumah, Tzu Wei Wang. Unggulan lima ini melaju setelah menang 21-13, 17-21 dan 21-13 atas wakil Singapura, Loh Kean Yew.
