
BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017 sudah menyelesaikan dua hari pertamanya. Usai kualifikasi digelar di sepanjang hari Senin (12/6) kemarin, maka hari ini (13/6), turnamen yang menawarkan hadiah total US$ 1 juta ini menyelesaikan babak pertama untuk nomor ganda campuran dan tunggal putri.
Dari dua nomor ini, kejutan-kejutan besar pun sudah terjadi. Dibuka dengan terhentinya Praveen Jordan/Debby Susanto yang diunggulkan di tempat ke tujuh, penghujung hari ini pun berakhir dengan kejutan dimana unggulan kedua di nomor tunggal putri, Carolina Marin pun tersungkur.
Carolina dipaksa mengakui keunggulan Chen Xiaoxin dari Tiongkok. Ia kalah dalam drama tiga game 12-21, 21-10 dan 20-22.
“Hari ini memang cukup sulit untuk bertanding di lapangan, saya juga kesulitan untuk bisa mengontrol shuttlecock karena kondisi lapangan, tetapi tentu ini bukan alasan. Saya sendiri sangat kecewa dengan hasil ini,” ujar juara dunia 2015 itu.
Baca juga: [BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017] Owi/Butet Buat Publik Panik
“Setelah kekalahan ini, yang pasti saya akan bersiap untuk bertanding di Australia pekan depan,” tutup Carolina yang masih terlihat kecewa.
Selain Praveen/Debby dan Carolina, unggulan delapan di nomor tunggal putri, Ratchanok Intanon pun terhenti. Pebulutangkis Thailand ini dipaksa akui keunggulan Saina Nehwal dari India dengan 21-17, 18-21 dan 12-21. Ganda campuran pun sudah harus kehilangan unggulan keempat, dimana Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen asal Denmark harus kalah dari ganda Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet dengan 16-21, 21-15 dan 15-21.
Sedangkan unggulan ketujuh asal Tiongkok di nomor tunggal putri, He Bingjiao harus tersingkir di babak pertama setelah gagal mengatasi Sayaka Sato dari Jepang. He harus takluk dalam dua game langsung 17-21 dan 18-21.
Akankah JCC menjadi kuburan para unggulan? Dan kejutan akan terus terjadi besok? (RI)
Baca juga: [BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017] Saat Butet Mendengar Obrolan Penonton
