
Hari ini (9/2) tim putri Indonesia memiliki kesempatan untuk menghentikan India pada babak perempat final kejuaraan Badminton Asia Team Championships 2018 yang berlangsung di Alor Setar, Kedah, Malaysia dan melangkah ke babak semifinal. Memang tak mudah bagi merah putih untuk menaklukan negeri yang terkenal dengan Tah Mahal ini. Saat ini India memiliki kekuatan di nomor tunggal putri. Namun entah kenapa India tidak membawa serta pemain berpengalaman Saina Nehwal di kejuaraan ini. India hanya memboyong Pusarla Shindu yang akan menjadi ujung tombak.
India menurunkan Pusarla Sindhu sebagai lokomotif mereka. India sangat berharap, nomor ini dapat di jadikan jalan pembuka bagi mereke. Memang Sindhu sangat diharapkan oleh India. Pemain bertubuh jangkung ini bisa mengkoleksi medali perak pada Olimpiade Rio 2016. Di tahun ini Sindu sudah menjadi runner up pada kejuauraan India Open 2018. Di tahun lalu, ia menjadikampiun pada kejuaraan Korea Open Superseires. Menjadi finalis pada kejuaraan World Badminton Championships 2017 juga ia kaloni. Ia akan menjadi pesaing kuat bagi tunggal putri Indonesia, Fitriani. Berat memang bagi Fitriani untuk bisa mengalahkan pemain nomor empat dunia. Tetapi paling tidak Firtiani harus bisa mengeluarkan pemainan terbaiknya. Bukan tidak mungkin keajaiban akan terjadi di karpet hijau. Seperti halnya ia bisa membungkam Chen Yufei kemarin (8/2).
Baca juga: [Badminton Asia Team Championships 2018] Tim Putri ke Semifinal
Ganda putri akan menjadi andalan bagi Indonesia. Indonesia memiliki Greysia Polii/Apriani Rahayu sebagai ganda pertama. Berbekal prestasinya yang menanjak belakangan ini, dan juga gelar juara India Open 2018 rasanya patut kita sematkan harapan pada mereka. Ganda putri urutan tujuh dunia ini akan bertemu dengan Ashwini Ponnappa/Reddy N Sikki. Memang belum terlihat data statistik pertemuan kedua pasangan ini. Jika tidak ada aralmelintang, semestinya Greysia/Apriani akan bisa mendulang kemenangan.
Salah satu kunci kemenangan Indonesia ada di partai ketiga. Hanna Ramadini yang bermain pada tunggal kedua harus memanfaatkan ketidak hadiran Saina Nehwal. Apalagi ia sudah pernah menang dari lawan yang bakal di hadapi, Sri Krishna Priya Kudarwalli.
Indonesia harus mewaspadai ganda kedua India. India sepertinya sadar jika ganda kedua menjadi salah satu titik lemah mereka. Merekapun memainkan pemain tunggal mereka, Sindhu sebagai ganda kedua berpasangan dengan Sanyogita Ghorpade. Ini adalah lawan bagi Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani. Anggia/Ketut semestinya bisa memanfaatkan permainan ganda mereka untuk mengalahkan lawannya. Pasalnya Sindhu lebih terbiasa bermain tunggal di banding ganda. Namun waspada harus tetap di kedepankan. Kerasnya smash Sindhu harus di waspadai.
Satu kartu As bagi Indonesia adalah di partai terakhir. Indonesia menurunkan pemain muda Gregoria Mariska Tunjung sebagai palang pintu. Agak riskan sebenarnya bagi India menurunkan Rutaparna Panda yang biasa bermain ganda untuk berhadapan dengan Gregoria yang sudah memiliki pengalaman bermain di tunggal. Tapi bagi Indonesia, jika prediksi awal berubah, maka Gregoria di perkirakan akan menjadi penyelamat tim Indonesia dan membawa Indonesia ke babak semifinal. (AR)
