
Tampil pertama kali pada kejuaran bergensi All England rupanya membuat Alwi Farhan grogi. Sempat timbul keragu-raguan pada juara Daihatsu Indonesia Open 2026, terutama pada gim pertama. Ini yang menjadi penyebab Alwi kehilangan gim pertama saat bertemu dengan pemain dari India Ayush Shetty pada babak pertama di kejuaraan All England 2026 yang berlangsung hari ini (4/3). Momentum yang hilang pada gim pertama rupanya bisa hadir kembali pada dua gim tersisa. Alwi menang dengan skor 19-21, 21-9, 21-17.
Bagi Alwi, Ayush Shetty bukan lah nama yang baru ia dengar. Alwi sudah sering kali bertemu dengan lawan semasa junior dulu. Pemain ini pula yang Alwi kalahkan pada babak semifinal BWF World Junior Championships 2023 dimana saat itu Alwi meraih trofi gelar juara. Sebelum All England 2026 Alwi sudah bertemu dengan lawan yang sama sebanyak lima kali. Posisi Alwi masih menang dalam head to head.
“Pertama-tama, alhamdulillah pastinya. Suatu kehormatan dan suatu kebanggaan bagi saya sendiri bisa bermain di All England. Mimpi yang menjadi kenyataan. Saya merasakan atmosfer yang berbeda tapi lawan saya juga baru pertama kali jadi saya mencoba menempatkan apa yang saya rasa dan dilempar ke lawan. Mungkin yang lawan saya rasakan juga ada di diri saya juga. We never know about each other tapi yang pasti kita tahu saya mau berusaha setiap poinnya,” ucap Alwi dikutip dari tim Humas dan Media PP PBSI.
“Alhamdulillah saya bisa memaksimalkan kesempatan walau saya rasa saya sempat kehilangan momentum di gim pertama karena beberapa kali, lima atau empat kali, Ayush sempat berdarah di bagian lututnya dan ada medical break sehingga pertandingan terhenti. Di gim kedua dan ketiga saya bisa bounce back, saya bisa melawan diri saya. Rasa ragu-ragu yang ada di dalam diri saya,” lanjutnya.
“Beberapa pemain ungulan langsung tersingkir di babak pertama menjadi bukti nyata bahwa di tunggal putra, unggulan tidak selalu menjadi patokan. Bahwa siapapun bisa memenangkan pertandingan, semua mempunyai kesempatan menang yang sama jadi siapa yang lebih siap dia yang akan memenangkan pertandingan,” ujar Alwi mengomentari kejuaraan tertua All England.
Lawan berikutnya di babak kedua akan datang dari pemain senior asal Chinese Taipei Chou Tien Chen. Dua kali bertemu dengan lawan berperingkat tujuh dunia, dua kali pula Alwi belum bisa merengkuh kemenangan. Semua pertandingan selalu berujung rubber game. (AR)
