Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Thomas & Uber Cup 2026] Debut Kadek dan Thalita
20 April 2026
[Thomas & Uber Cup 2026] Debut Kadek dan Thalita
 
 

Indonesia membawa empat tunggal putri ke ajang perebutan Uber Cup 2026  yang akan berlangsung Horsens, Denmark. Mereka adalah Putri Kusuma Wardani, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Thalita Ramadhani Wiryawan dan Ester Nurumi Tri Wardoyo. Diantara empat tunggal yang disertakan, dua diantaranya baru kali ini merasakan menjadi bagian dalam tim Indonesia. Menjadi debut bagi Kadek serta Thalita pada edisi perebutan Uber Cup 2026.

Pemilihan kedua pemain in bukan tanpa alasan. Diantara pemain lapis kedua, Thalita dinilai memiliki prestasi yang secara perlahan terus menanjak. Ia pernah menjadi juara pada kejuaraan Astana International Challenge 2025. Ia juga merebut gelar dari kejuaraan Wndor By BNI International Challenge I 2025. Menjadi juara tunggal putri Cameroon International 2005 dan Juara JE Wilson Ghana International 2025. Peringkat dunianya pun terus merangsek naik ke 64 dunia.

Dhinda  pun punya prestasi yang cukup membanggakan. Tahun ini ia menjadi semifinalis pada kejuaraan Ruichang China Masters 2026. Tahun lalu juga sempat menembus babak semifial pada kejuaraan Iksan Victor Korea Masters 2025, kejuaraan dengan level BWF World Tour 300. Dua kali mendpat runner up masing-masing pada kejuaraan State Denmark Challege 2025 dan Yonex Luxemburg 2025. Pada tahun 2024 ia merebut gelar dari dalam negeri, tepatnya pada kejuarang Wondr By BNI Indonesia Masters II, 2024.

Baik Dhinda maupun Thalita merasa sangat senang dipercaya  membawa nama Indonesia pada ajang perebutan Uber Cup.

"Pasti senang banget karena bisa terpilih untuk menjadi perwakilan tunggal putri untuk Uber. Dan pasti excited juga sih," ujar Dhinda dikutip dari tim Humas dan Media PP PBSI.

"Saya di sini menjadi anggota termuda dan rasanya excited. Tidak mau dijadikan beban dan mau mencoba enjoy," ucap Thalita.

Walau menjadi pemain paling paling bungsu, Thalita merasa dukungan buatnya begitu tinggi.

"Pasti kakak-kakak saya ngasih support penuh buat saya, apapun itu saya terus didukung. Kami juga terus membaur, menyatu komunikasi dan chemistry-nya dan tidak ada gap," sambung Thalita.

Hal yang sama juda dirasakan oleh Dhinda. Ia begitu merasa nyaman dalam berada dalam lingkungan tim Indonesia.

"Setiap hari kami selalu ada sharing dan ngobrol. Kakak-kakak di sini berusaha bikin tim nyaman dan terbuka satu sama lain'" ucap Dhinda.

Mimpi Dhinda merasakan momen perjuangan akhirnya menjadi terwujud nyata.

"Jadi dua tahun lalu, saya nonton di TV dan itu keren banget sih perjuangannya. Saya juga ingin merasakan momen seperti itu jadi mau menyumbang poin untuk Indonesia bila diturunkan dan membawa tim Uber Indonesia melangkah sejauh mungkin," pungkas Dhinda.