
Langkah wakil terakhir Indonesia di ajang Malaysia Junior International Challenge 2026 resmi terhenti. Ganda putri andalan PB Djarum, Nur Hafidzah/Shafira Azzalia, harus mengakui keunggulan pasangan Thailand, Chantharat Marndakul/Pearploy Suttiwarayanon, lewat pertarungan alot tiga game dengan skor 21-10, 17-21, dan 18-21.
Kekalahan ini cukup disayangkan lantaran Hafidzah/Shafira sempat tampil sangat menjanjikan di game pertama. Mereka mendominasi jalannya pertandingan dan sukses menang telak 21-10.
Menurut Hafidzah, kunci kemenangan di game pembuka adalah bermain lepas dan berani menekan, yang membuat pasangan Thailand terkejut dengan pola permainan mereka. "Ya, main enjoy dulu aja, nekat. Ya mereka juga kayak kaget mungkin baru pertama nemu bola kita," ungkap Hafidzah usai pertandingan di Stadium Titiwangsa, Kuala Lumpur.
Sayangnya, dominasi itu gagal dipertahankan pada game kedua. Pasangan Thailand mulai menemukan ritme permainan dan bangkit dari ketertinggalan untuk merebut game kedua 21-17. Hafidzah mengakui bahwa situasi tersebut terjadi karena ada penurunan intensitas serangan dari kubu Indonesia.
"Mereka udah mulai bangkit, kitanya yang udah mulai ngendorin. Harusnya yang mainnya tadi nyerang, malah ngendorin. Mainnya satu-satu," sesal Hafidzah.
Memasuki game penentuan, pertandingan berjalan semakin ketat. Kedua pasangan saling kejar-mengejar angka hingga kedudukan sempat imbang 17-17 di poin-poin kritis. Namun, Hafidzah/Shafira akhirnya kehilangan momentum.
Shafira mengungkapkan bahwa hilangnya konsentrasi di saat krusial menjadi penyebab utama lepasnya game tersebut, ditambah dengan sedikit kendala pada pergerakan kakinya yang membuat fokusnya terpecah.
"Fokusnya kayak sempat ilang di situ. Terus nahannya kurang. Terus tadi juga kayak sempat keplitek, jadi kayak fokusnya ke kakinya," jelas Shafira terkait lepasnya game ketiga dengan skor 18-21.
Meski harus pulang dari Negeri Jiran tanpa gelar juara, Hafidzah/Shafira langsung menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi. Keduanya kini mengalihkan fokus untuk menatap turnamen nasional di Tanah Air, yakni Piala Kapolri 2026.
Demi meraih hasil maksimal di turnamen selanjutnya, Hafidzah menyebutkan beberapa catatan penting yang harus segera diperbaiki. "Fokusnya harus ditingkatin lagi. Sama kalau bisa ngasih musuh jauh, langsung sekalian jauh. Enggak usah yang ngendorin lagi," tegasnya. (NFA)
