Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Asian Games 2026] Terjegal di Partai Pembuka, Beregu Putra Indonesia Sementara Tertinggal 0-1 dari Malaysia
22 September 2026
[Asian Games 2026] Terjegal di Partai Pembuka, Beregu Putra Indonesia Sementara Tertinggal 0-1 dari Malaysia
 
 

Langkah awal yang berat harus dihadapi tim beregu putra bulu tangkis Indonesia pada babak perempat final Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Menghadapi rival serumpun, Malaysia, di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Selasa (22/9) sore, skuad Merah Putih untuk sementara tertinggal dengan skor 0-1.

Ketertinggalan ini terjadi setelah tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie, yang turun di partai pertama gagal menyumbangkan poin. Pemain yang akrab disapa Jojo ini harus mengakui keunggulan wakil Malaysia, Leong Jun Hao, lewat pertarungan sengit rubber game yang berakhir dengan skor 22-20, 12-21, dan 17-21.

Seusai pertandingan, Jonatan mengungkapkan bahwa adaptasi terhadap kondisi lapangan dan laju shuttlecock menjadi kendala utamanya hari ini. Kondisi tersebut memaksanya untuk menguras lebih banyak tenaga dibandingkan saat pertemuan terakhir mereka.

"Kondisi suasana di sini cukup berbeda karena di dalam cukup panas. Kondisi bola juga sedikit agak lambat. Jadi memang harus banyak menggunakan power dan stamina juga, karena dituntut untuk rally. Itu yang sedikit membedakan dengan pertandingan terakhir lawan Leong di China Masters," ujar Jonatan menganalisis jalannya laga.

Jonatan sejatinya memulai laga dengan baik usai merebut game pertama yang ketat. Namun, momentum berbalik di dua game berikutnya saat lawan mulai menemukan ritme permainannya.

"Sebenarnya awal cukup berjalan dengan baik, tapi balik lagi tadi, ketika dia mulai dapetin percaya dirinya, saya coba untuk fight back lagi, mencoba nge-push dia lagi. Tapi ya balik lagi tadi di poin-poin krusial, saya kurang berani memutuskan main lebih agresifnya itu," sesal Jojo.

Sebagai tunggal pertama, Jojo tak menampik adanya keinginan besar untuk membuka jalan bagi timnya. Ia mengaku cukup kecewa tak bisa mengamankan poin krusial tersebut.

"Dibilang pressure untuk main pertamanya ya enggak terlalu juga sih, cuma ya memang ekspektasi dari diri sendiri pastinya pengin dapetin poin juga untuk Indonesia. Enggak bisa memberikan yang terbaik, ya sedikit kecewa dengan hasil tersebut," tambahnya.

Meski kehilangan poin di partai pertama, asa Indonesia untuk melaju ke semifinal belum pupus. Perjuangan akan dilanjutkan ke partai kedua yang mempertandingkan sektor ganda putra.

Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kini mengemban tugas berat untuk menyamakan kedudukan. Mereka bersiap untuk berhadapan dengan ganda putra andalan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Kemenangan Fajar/Fikri menjadi harga mutlak bagi Indonesia untuk membangkitkan moral tim dan menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya. (NFA)