
Jonatan Christie yang turun di partai pertama pertandingan final beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026, tak berhasil menyumbangkan poin. Tim Indonesia pun untuk sementara harus tertinggal 0-1 dari China pada laga yang berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Jepang, Kamis (24/9). Angka pertama skuad Garuda lepas setelah Jonatan harus mengakui keunggulan tunggal putra China, Shi Yuqi, dengan skor 13-21 dan 18-21.
Seusai pertandingan, Jonatan tak dapat menyembunyikan rasa frustrasi dan kekecewaannya. Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia karena gagal menyumbangkan poin krusial bagi tim Merah Putih di partai puncak tersebut.
"Pertama-tama pastinya saya mengucapkan permohonan maaf karena belum sekalipun bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia. Jujur sangat-sangat kecewa banget sama penampilan saya di partai beregu kali ini," ujar Jonatan.
Lebih lanjut, Jonatan mengaku kesulitan untuk menemukan pola permainannya dan merasa kehilangan arah di lapangan. Ia mengungkapkan telah berupaya tampil lebih agresif dan meningkatkan fighting spirit, namun usahanya kerap berujung pada kesalahan sendiri.
Kendala teknis juga turut membayangi penampilannya. Jonatan menyoroti kondisi shuttlecock yang terasa sangat berat, yang mana hal itu sangat menguras tenaga dan kecepatannya saat menghadapi Shi Yuqi.
"Keadaan bolanya lebih sangat cukup berat. Belakangan ini saya ngerasa power saya cukup keteteran. Makanya saya coba untuk berani lebih untuk menggunakan tenaganya lebih lagi, speed-nya juga saya mau tambah lagi. Tapi ya balik lagi, belum cukup. Masih banyak kesalahan, mati sendiri, dan momen-momen yang sebenarnya nggak perlu," jelasnya.
Dengan berakhirnya tugas di nomor beregu, Jonatan kini memilih untuk menepi sejenak guna memulihkan kondisi mental dan fisiknya sebelum terjun ke nomor perorangan.
"Jujur buat saya saat ini cukup perlu untuk menenangkan diri dulu. Saya harap besok ada rest satu hari bisa sedikit banyaknya membantu dan bersiap untuk pertandingan di individu," pungkas Jojo.
Sementara itu, perjuangan tim beregu putra Indonesia untuk memperebutkan medali emas Asian Games 2026 masih berlanjut. Guna mengejar ketertinggalan 0-1 dari China, Indonesia berharap banyak pada partai kedua di sektor ganda putra.
Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dipercaya turun sebagai ganda pertama. Mereka akan menghadapi tantangan berat dari ganda putra andalan China, Liang Weikeng/Wang Chang. (NFA)
