
Tim putri U19 PB Djarum menutup laga terakhir babak penyisihan grup A MilkLife Superliga Junior 2026, dengan kemenangan 4-1 atas C.Y. Foundation Badminton (Chinese Taipei), Rabu (5/11) di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Hasil ini juga sekaligus memastikan tim PB Djarum keluar sebagai juara grup dan berhak melaju ke semifinal.
Pada laga terakhir penyisihan grup tadi, satu-satunya kekalahan dari tim PB Djarum yaitu dialami oleh tunggal putri yang turun di partai pertama, Hani Miftasari yang kalah dari Wen Yi An 15-12, 13-15, 5-15.
Namun di partai kedua PB Djarum mampu menyamakan kedudukan setelah ganda pertama Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri mengalahkan Chin Yu-Hsin/Lee Siou-Jin 10-15, 15-10, 15-12.
Keadaan berbalik menjadi 2-1 setelah wakil ketiga tunggal kedua PB Djarum, Christabel Calista Purwanto menang atas Lin Tsai Chieh 15-8, 15-12. Tren positif mampu diteruskan oleh gand akedua PB Djarum yang turun di partai keempat, Adelia Nirul M/Yasintha Ristyna Putri yang sukses mengalahkan Wu Yi Chi/Yang Yu-Shan 15-6, 14-16, 15-8.
Hingga akhirnya keunggulan 4-1 bagi PB Djarum dipastikan setelah Frisca Adelia Arifah berhasil mengandaskan Kuo Chia Hsin denga skor telak 15-7, 15-4. Bagi Frisca, ini pengalaman yang sudah pernah ia rasakan. Hal itu yang membuat dirinya tampil begitu percaya diri.
“Ini Superliga Junior yang ketiga kalinya saya ikuti. Jadi saya sudah terbiasa dengan suasana pertandingan beregu seperti ini, tidak ada rasa tegang,” ucap Frisca.
“Tadi pas ketinggalan lebih dulu 0-1, saya tetap merasa yakin bahwa teman-teman saya berikutnya bakal menang. Karena saya tahu kemampuan individu masing-masing, mereka sudah berpengalaman juga bermain beregu seperti ini,” tutur Frisca.
Di semifinal nanti, Sabtu (7/11) tim putri U19 PB Djarum masih menunggu calon lawannya, antara Pelatprov Jawa Timur atau kembali berhadapan dengan C.Y. Foundation Badminton.
“Persiapan di semifinal nanti harus ditingkatkan lagi. Apalagi besok libur dulu satu hari, jadi mau dimanfaatkan dengan baik untuk latihan dan persiapan,” jelas Frisca.
“Tahun ini memang saingan terberat kami, Thailand tidak ikut. Tetapi kami tidak boleh anggap remeh tim lainnya, harus tetap waspada,” pungkas Frisca. (AH)
