Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [MILKLIFE Superliga Junior 2026] Mengenal Format Beregu MilkLife Superliga Junior 2026
30 Oktober 2026
[MILKLIFE Superliga Junior 2026] Mengenal Format Beregu MilkLife Superliga Junior 2026
 
 

Turnamen bulu tangkis beregu junior kembali bergulir tahun ini. Bertempat di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, MilkLife Superliga Junior 2026 resmi berlangsung pada 2-8 November 2026. Ajang bergengsi ini diikuti oleh 707 pebulutangkis muda dari delapan negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, China, China Taipei, Polandia, dan Amerika Serikat.

Tidak hanya menghadirkan persaingan antarklub dan akademi bulu tangkis dari dalam negeri, MilkLife Superliga Junior 2026 juga menjadi ajang bagi para pebulutangkis muda dari berbagai negara untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding di level internasional.

Berbeda dengan turnamen perorangan, MilkLife Superliga Junior 2026 menggunakan format pertandingan beregu putra dan putri yang mengacu pada sistem Piala Thomas dan Piala Uber. Dalam setiap pertemuan antartim, akan dimainkan lima partai, yang terdiri atas tiga tunggal dan dua ganda.

Pada babak penyisihan grup, setiap tim akan saling berhadapan untuk mengumpulkan poin kemenangan. Hasil dari pertandingan tersebut akan menentukan posisi masing-masing tim di klasemen akhir grup. Tim yang berhasil menempati peringkat pertama dan kedua berhak melaju ke babak perempat final.

Memasuki babak perempat final hingga partai puncak, pertandingan akan menggunakan sistem gugur. Artinya, setiap tim harus berjuang meraih kemenangan untuk memastikan langkah ke babak berikutnya. Tim yang lebih dahulu mengantongi tiga poin kemenangan dari lima partai yang dimainkan berhak keluar sebagai pemenang dan melanjutkan perjuangan di turnamen ini.

Pada penyelenggaraan tahun ini, MilkLife Superliga Junior 2026 akan memperebutkan delapan piala bergilir yang terbagi dalam empat kelompok usia, baik putra maupun putri. Setiap kelompok usia memiliki trofi tersendiri yang menjadi incaran seluruh peserta.

Di kelompok U13, sektor putra akan memperebutkan Piala Tontowi Ahmad, sedangkan sektor putri memperebutkan Piala Liliyana Natsir. Selanjutnya, di kelompok U15, tersedia Piala Sigit Budiarto untuk sektor putra dan Piala Maria Kristin Yulianti untuk sektor putri.

Persaingan di kelompok U17 akan memperebutkan Piala Haryanto Arbi di sektor putra dan Piala Yuni Kartika di sektor putri. Sementara itu, di kelompok U19, para peserta akan bersaing untuk membawa pulang Piala Liem Swie King bagi sektor putra dan Piala Susy Susanti bagi sektor putri.

Menariknya, MilkLife Superliga Junior 2026 juga menerapkan sistem penghitungan poin terbaru BWF, yaitu 3 x 15 rally point system. Dengan sistem ini, pertandingan dimainkan dalam format best of three games atau maksimal tiga gim. Setiap gim akan dimenangkan oleh pemain atau pasangan yang lebih dahulu mencapai 15 poin. Apabila kedudukan mencapai 14-14, pemenang harus unggul dengan selisih dua poin, dengan batas maksimal 21 poin.

Penerapan sistem penghitungan poin ini tentu menjadi salah satu hal menarik yang patut diperhatikan sepanjang turnamen. Para pemain dituntut untuk mampu menjaga fokus, konsistensi, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengumpulkan poin. Dengan durasi pertandingan yang berpotensi lebih singkat, setiap reli dan kesalahan juga dapat memberikan pengaruh besar terhadap hasil akhir.

Dengan format pertandingan beregu, persaingan di MilkLife Superliga Junior 2026 tidak hanya menuntut kemampuan individu setiap pemain, tetapi juga kekompakan, strategi, dan semangat kebersamaan dalam sebuah tim. Setiap poin yang diperoleh akan menjadi kontribusi penting bagi perjuangan tim untuk melangkah lebih jauh.

Menarik untuk dinantikan siapa saja yang nantinya berhasil mengukir prestasi dan membawa pulang delapan piala bergilir dari MilkLife Superliga Junior 2026. Persaingan selama sepekan di Kudus pun dipastikan menjadi pengalaman berharga bagi para pebulutangkis muda dalam mengasah kemampuan dan menambah jam terbang di panggung internasional. (AH)