Bayu Arya Jumadil Qubro, demikian nama lengkap peserta asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Jejaka cilik yang lahir pada tanggal 12 Juli 2009 saat ini tengah berjuang pada ajang Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Solo Raya. Sejauh ini ia sudah berhasil melewati fase turnamen sampai babak delapan besar dan akan terus bertanding agar bisa lolos ke final Audisi yang akan dilaksanakan di Kudus, pada tanggal 20-22 November 2019.
Turnamen bulu tangkis bergengsi dunia akan kembali digelar di Indonesia. Bertajuk Yuzu Indonesia Masters 2019 BWF World Tour Super 100, turnamen ini siap digelar di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur pada 1-6 Oktober mendatang.
Pada Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 yang saat ini tengah berlangsung di GOR Satria, Purwokerto, juga dihadiri langsung oleh Alan Budi Kusuma. peraih medali emas tunggal putra Olimpiade Barcelona 1992 itu, untuk kesekian kalinya menjadi bagian dari tim pencari bakat audisi umum.
Langkah yang diambil oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis pada tahun 2020, terkait dengan tuduhan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menilai adanya eksploitasi anak, mendapat komentar dari Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti. Peraih medali emas tungal putri Olimpiade 1992 itu menyayangkan hal ini bisa terjadi.
Kekalahan yang dialami oleh ganda campuran taruna PB Djarum Alan Darmasaputra Kristanto/Sang Ayu Putu Kharisma Maharani pada laga semifinal Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Nusa Tenggara Barat Open 2019, Jumat (6/9) bertempat di GOR 17 Desember Mataram tadi, diluar dugaan sang pelatih.
Pertandingan babak perempat final di sektor ganda campuran taruna yang berlangsung di lapangan tiga GOR 17 Desember Mataram, Kamis (5/9) pagi. Pasangan PB Djarum Alan Darmasaputra Kristanto/Sang Ayu Putu Kharisma Maharani akhirnya keluar sebagai pemenangnya setelah melakoni drama duel panjang tiga game atas pasangan SGS PLN Bandung Muhammad Raihan Bintangsyah Putra/Christy Laurence Pungus dengan angka akhir, 21-17, 14-21 dan 21-13.
