Kabar baik dari arena New Zealand Open Grand Prix Gold 2017. Satu-satunya wakil Indonesia di partai puncak, Ronald Alexander/Annisa Saufika berhasil menuntaskan tugas mereka pada Minggu (6/8). Di final, Ronald/Annisa berhasil menghentikan wakil Australia, Sawan Serasinghe/Setyana Mapasa dengan dua game langsung 21-19 dan 21-14.
Pasangan yang baru untuk kedua kalinya dipasangkan, Ronald Alexander/Annisa Saufika berhasil menjadi kampiun di arena New Zealand Open Grand Prix Gold 2017. Bagi Annisa, ini adalah gelar keduanya di New Zealand setelah sebelumnya ia sukses menjadi juara bersama dengan Alfian Eko Prasetya di tahun 2014 lalu.
Indonesia masih memiliki peluang untuk membawa pulang gelar juara pada kejuaraan bulutangkis New Zealand Open Grand Prix Gold 2017. Harapan datang dari nomor ganda campuran melalui pasangan Ronald Alexander/Annisa Saufika. Ronald/Annisa menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa, setelah wakil Indonesia lainnya gugur di babak semifinal kemarin (5/8).
Grafik menanjak mulai di perlihatkan para pemain tunggal putri Indonesia. Di kejuaraan bulutangkis New Zealand Open Grand Prix Gold 2017 dua Srikandi Indonesia berhasil menembus babak semifinal.
Perjuangan pasangan ganda putra Indonesia Kenas Adi Haryanto/Moh Reza Pahlevi Isfahani di kejuaraan bulutangkis New Zealand Open Grand Prix Gold 2017 masih terus berlanjut ke babak semifinal. Tak mudah memang bagi ganda Indonesia ini untuk bisa menembus babak empat besar. Hampir satu jam Kenas/Reza berjuang di kejuaraan yang menyediakan hadiah total sebesar USD 120.000,-
Tuntas sudah perang saudara pada kejuaraan bulutangkis New Zealand Open Grand Prix Gold 2017. Sang pemenang dari perang baratayudha adalah pasangan ganda campuran Ronald Alexander/Annisa Saufika. Memang mau tak mau Ronald/Annisa harus tega mengalahkan rekannya sendiri, Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja di babak perempat final jika ingin terus melaju ke babak semifinal.
