Pada pertengahan bulan Juni tepatnya dari tanggal 12 hingga 18 mendatang, turnamen BCA Indonesia Super Series Premier Open 2017 akan kembali bergema. Pemain-pemain papan atas dunia pun akan turut dalam perburuan hadiah total US$ 1 juta. Pemain tunggal putri asuhan PB Djarum yang sekarang menghuni di Pelatnas, Dinar Dyah Ayustine mengaku tak gentar. Ia akan berjumpapemain yang diunggulkan di posisi lima asal Korea, Sung Ji Hyun di babak pertama.&
Seperti bocah pada umumnya, awalnya Dinar Taufiqul Hafidz belum terlalu berminat pada olahraga bulutangkis. Tetapi lama kelamaan ia mulai tertarik pada olahraga yang menggunakan raket sebagai pemukul. Minat Dinar yang ketika itu berumur 5 tahun terlihat saat ia sering melihat sang ayah berlatih. Sejak itu pulalah ia mulai belajar mengayunkan raket.
Pebulutangkis putri Indonesia Dinar Dyah Ayustine berhasil membalas kekalahan atas lawannya Hsu Ya Ching dari Taiwan. Kekalahan yang di alami pada kejuaraan Vietnam Open Grand Prix 2016 tuntas di balas di kejuaraan Swiss Open Grand Prix Gold 2017 yang saat ini tengah di mainkan.
Kejuaraan bulutangkis Swiss Open Grand Prix Gold 2017 harus di jalani dengan penuh perjuangan bagi pemain tunggal putri Indonesia Dinar Dyah Ayustine. Dinar mendapat tantangan berat di kejuaraan yang menawarkan hadiah total USD 120.000,-.
Dinar Dyah Ayustine dipastikan tidak dapat bertanding di babak perempat final di All England Open 2017. Atlet tunggal putri binaan PB Djarum ini langkahnya terhenti di babak dua oleh pemain yang diungulkan di posisi 6, Shindu Pusarla V dengan dua game langsung di Barclaycard Arena, Birmingham, Kamis (9/3).
Pemain tunggal putri binaan PB Djarum, Dinar Dyah Ayustine berhasil lewati rintangan pertama All England Open 2017. Pada laga babak pertama yang digelar Rabu (8/2), Dinar berhasil mengalahkan Natalia Koch Rodhe dalam dua game langsung.
Hobi dan mengisi waktu luang
