Super Tiket menuju Karantina di Kudus, Jawa Tengah, akhirnya diraih oleh peserta U11 putra asal PB Indojaya, Kendari, Nur Rizki Ismail. Hasil itu dipastikan setelah Nur memenangkan laga final Audisi Umum PB Djarum 2026 melawan peserta dengan nomor 0044, JJ Miguel Ongles dari PB Micky dengan 21-16, 21-17 di GOR Dafest, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Semakin hari terasa ketat persaingan atlet belia demi meraih Super Tiket pada Audisi Umum PB Djarum 2026 - Makassar. Dari 60 peserta yang tersisa hingga hari ketiga, Jumat (7/8), sebanyak enam atlet putri memastikan langkah untuk berlaga di partai final, serta 12 atlet putra yang bakal melakoni babak semifinal dan final di kategori U-11, KU 11, dan KU 12 pada Sabtu (8/8) di GOR Dafest Makassar, Sulawesi Selatan.
Pasangan ganda taruna putra asal PB Djarum, Anju Siahaan/Faizal Pangestu, sukses menyegel tiket semifinal Sirkuit Nasional (Sirnas) A DKI Jakarta 2026. Kepastian ini didapat usai mereka menaklukkan dua pertandingan sekaligus dalam satu hari yang berlangsung di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (6/8).
Keberhasilan meraih Super Tiket menuju tahap karantina Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus bukanlah sebuah kebetulan bagi Iffa Hamda Shakia. Atlet muda berusia 11 tahun asal Klub PB Permata Siak ini membuktikan bahwa kedisiplinan tingkat tinggi dan jadwal latihan yang padat adalah kunci utama untuk menembus persaingan, bahkan pada debut perdananya di ajang audisi.
Ajang Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru, tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi bagi para bibit muda bulutangkis, tetapi juga ruang edukasi yang berharga bagi pelatih dan orang tua. Kehadiran para legenda bulu tangkis PB Djarum melalui sharing session dan coaching clinic terbukti memberikan pencerahan, inspirasi, serta ilmu baru bagi ekosistem pembinaan atlet di daerah, khususnya di wilayah Sumatera.
Dunia bulutangkis Indonesia kembali menyoroti lahirnya talenta muda berbakat dari Kudus. Halifia Usni Pratiwi, atlet ganda putri kelahiran 16 Januari 2009, berhasil mencatatkan sejarah sebagai salah satu pemain asal Kudus yang menembus Pelatnas, mengikuti jejak legenda bulutangkis Indonesia, Hariyanto Arbi.
