Rupanya peruntungan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di tahun kambing kayu tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Prestasi terbaik pasangan yang biasa disapa dengan sebutan Owi/Butet adalah menjadi juara Kejuaraan Asia dan Indonesia Masters Grand Prix Gold. Dihadapan publik Malang, pasangan ganda campuran nomor satu Indonesia ini mampu menjadi kampiun setelah menang dari rekannya, Praveen Jordan/Debby Susanto.
Duel antara dua ganda campuran terbaik yang dimiliki Indonesian terjadi di final Yonex Sunrise Indonesian Masters 2015. Di final turnamen yang berlevel grand prix gold ini, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhadapan dengan Praveen Jordan/Debby Susanto pada Minggu (6/12) siang.
Ganda campuran sudah memastikan akan membawa pulang gelar juara di Yonex Sunrise Indonesian Masters 2015. Di turnamen yang digelar di Graha Cakrawala, Malang, Tontowi/Liliyana sukses menghentikan satu-satunya bukan wakil Indonesia. Di semifinal yang digelar pada Sabtu (12/5) siang,
Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akhirnya berhasil meluncur ke babakĀ final pada kejuaraan bulutangkis Denmark Open Super Series Premier 2015. Terlihat beda pada penampilan ganda campuran nomor satu Indonesia saat melakoni babak semifinal kemarin (17/10) di banding babak semelumnya. Seluruh kemampuan terbaik yang di miliki oleh juara All England 2014 keluar, dan membuat lawannya Liu Chen/Bao Yixin kocar kacir. Resep bermain tenanglah yang membuat seluruh kemampu
Hasil menang rubber game yang di dapat pasangan ganda campuran nomor satu Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir membawa mereka lolos ke babak semifinal kejuaraan bulutangkis Denmark Open Super Series Premier 2015. Seperti babak-babak sebelumnya, Owi/Butet kembali harus menjalani pertandingan tiga game untuk bisa memetik kemenangan.
Tampil tidak seperti biasanya, ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir nyaris terjerembab di babak kedua kejuaraan bulutangkis Denmark Open Super Series Premier 2015. Penampilan Owi, panggilan Tontowi Ahmad, kemarin (15/10) tak sebaik saat ia menjadi juara All England 2014 lalu. Keadaan ini sempat membahayakan posisi mereka saat menghadapi pasangan Singapura Danny Bawa Chrisnanta/Yu Yan Vanessa Neo. Merekapun langsung takluk di game pertama dari pasangan yang sudah lima kali di
Hobi
